Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Produksi perikanan tangkap di Kota Jayapura naik drastis

Penjual ikan di Pasar Hamadi Kota Jayapura – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Setiap tahun, jumlah produksi perikanan tangkap di Kota Jayapura, Papua meningkat signifikan. Peningkatan jumlah produksi perikanan tangkap itu disebabkan moratorium penangkapan ikan oleh kapal asing dan pelarangan bongkar muat ikan di tengah laut.

Data Dinas Perikanan Kota Jayapura menunjukkan sejak 2014 produksi ikan tangkap nelayan di Jayapura selalu melampaui target dan terus volumenya terus bertambah. Pada tahun 2014, produksi perikanan tangkap mencapai 22.916,63 ton, atau 20,06 persen di atas target yang ditetapkan 18.318,9 ton.

Trend yang sama berulang pada 2015 dan 2016, di mana tangkapan ikan nelayan di Jayapura mencapai 24.442 ton (13,74 persen di atas target produksi 21.083,28 ton) dan  45.661,5 ton (46,95 persen di atas target produksi 24.222,77 ton). Kenaikan kembali terjadi pada 2017 dan 2018, dimana produksi perikanan tangkap mencapai 49.093,81 ton (naik 50,13 persen dari target produksi 32.700,74 ton) dan 50.913,14 ton (naik 15,33 persen dari target produksi 44.146 ton).

Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Elsye Rumbekwan menyatakan tumbuhan produksi perikanan tangkap nelayan Kota Jayapura itu disebabkan kebijakan moratorium izin kapal eks asing. “(Selain) kebijakan moratorium izin kapal eks asing, kenaikan produksi disebabkan pelarangan bongkar muat ikan di tengah laut, adanya bantuan hibah sarana dan prasarana tangkap yang diberikan kepada nelayan pada 2018 atau tahun-tahun sebelumnya,” kata Rumbekwan di Jayapura, Senin (1/4/19).

Menurut Rumbekwan, adanya kebijakan moratorium izin kapal eks asing hingga pelarangan bongkar muat ikan di tengah laut membuat stok ikan di Wilayah penangkapan 717 wilayah Samudera Pasifik dan Teluk Cenderawasih melimpah.  Nelayan kini semakin mudah menangkap ikan dengan harapan mampu meningkatkan produksi perikanan tangkap. “Dengan meningkatkan produksi ikan menandakan sumber daya masyarakat semakin kompetitif, keuangan dan perekonomian semakin membaik,” jelasnya.

Pengepul ikan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Hamadi, Pak Kumis mengatakan, satu kapal dalam mencari ikan di laut dapat membawa ikan sebanyak 20 ton. Namun, sejak cuaca buruk dari Januari-Maret 2019 tangkapan nelayan menurun. Satu kapan hanya bisa membawa 5 ton ikan tuna dan cakalang.

Loading...
;

“Kalau angin laut, ikan naik ke darat. Kalau angin darat ikan ke laut. Sekarang angin laut. Itu yang bikin harga ikan mahal dan murah dan juga tergantung dari nelayan, kalau sudah cuaca buruk nelayan tidak melaut sehingga ikan kurang,” jelasnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top