Follow our news chanel

Mosi tidak percaya diajukan terhadap PM Vanuatu

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Pengajuan mosi tidak percaya dari blok oposisi terhadap Perdana Menteri Charlot Salwai, yang dilakukan Selasa (12/6/2018), resmi diterima.

Tertanggal 12 Juni 2018, mosi itu dialamatkan langsung kepada Ketua Parlemen dan berisikan tanda tangan dari sembilan anggota parlemen (MP), terdiri dari Pemimpin Oposisi MP Ishmael Kalsakau, MP Fred Tasso, MP Sato Kilman, MP Joshua Kalsakau, MP Ephraim Kalsakau , MP Jay Ngwele, MP Mark Ati, MP Alickson Vira, dan MP Issac Tongoliliu.

Berkomentar kepada Daily Post Selasa sore, Ketua Parlemen Esmon Saimon membenarkan berita bahwa dia telah menerima mosi yang dimaksudkan pagi itu. Saimon juga menegaskan bahwa mosi tersebut sudah didaftarkan. Menyusul perkembangan itu, tambahnya, mosi tersebut akan diajukan untuk diperdebatkan oleh Parlemen pada pukul 4 sore pada Selasa, 19 Juni 2018 mendatang.

Kelompok oposisi mempertanyakan beberapa keputusan yang diambil Perdana Menteri selama beberapa bulan belakangan ini, dan mendaftarkan delapan tindakan yang dianggap meragukan.

Yang pertama, Sawai dikatakan telah melakukan amandemen terhadap konstitusi negara itu, tanpa konsultasi sebelumnya dengan rakyat Vanuatu.

Yang kedua adalah memaksa diberlakukannya pajak penghasilan baru yang, menurut kelompok oposisi, tidak sepadan dengan penghidupan penduduk Vanuatu, bahkan berpotensi untuk menjerumuskan lebih banyak warganya ke dalam kemiskinan.

Loading...
;

Poin berikutnya adalah tuduhan bahwa PM telah menyetujui perjanjian PACER Plus, tanpa berupaya untuk mengatasi berbgaai kekurangan dalam ekonomi Vanuatu terlebih dahulu, agar bisa menghindari dampak negatif perjanjian ini dan terus memiskinkan rakyat.

Oposisi juga mempertanyakan keputusannya, untuk mempertahankan mantan Wakil Perdana Menteri selama lebih dari tiga bulan dalam pemerintahan, setelah dia bersalah dan divonis oleh Mahkamah Agung Vanuatu.

Seterusnya, oposisi juga menuduh Perdana Menteri telah melakukan intervensi dalam perusahaan maskapai Air Vanuatu, dengan menginstruksikan maskapai itu agar mempekerjakan seorang pilot, yang belum sepenuhnya memenuhi persyaratan.

Dugaan yang terakhir terkait dengan campur tangan dalam kerja Dewan Pemerintahan Provinsi Shefa, serta kerja dari badan regulator independen Telekomunikasi dan Radio Komunikasi, Telecommunications and Radio Communications Regulator.

Mempertimbangkan hal-hal ini, mosi itu mendesak agar Salwai dicabut dari mandatnya sebagai Perdana Menteri, dan meminta parlemen kembali memilih PM baru. (Daily Post Vanuatu)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top