Follow our news chanel

MRP sedang menyiapkan aplikasi SI-DOA untuk mendata jumlah orang asli Papua

Majelis Rakyat Papua
Foto ilustrasi, lambang Majelis Rakyat Papua - Dok. MRP
MRP sedang menyiapkan aplikasi SI-DOA untuk mendata jumlah orang asli Papua 1 i Papua
Foto ilustrasi, lambang Majelis Rakyat Papua – Dok. MRP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Majelis Rakyat Papua melalui Panitia Khusus Kependudukan Orang Asli Papua sedang menyiapkan aplikasi untuk mendata orang asli Papua. Aplikasi itu diberi nama Sistem Informasi Data Orang asli Papua atau SI-DOA.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Kependudukan Orang Asli Papua Majelis Rakyat Papua (MRP), Markus Kajoi menyatakan proses pembuatan aplikasi pendataaan orang asli Papua itu telah rampung 80 persen. Hal itu disampaikan Kajoi dalam rapat gabungan Kelompok Kerja MRP pada akhir Juni lalu di KOta Jayapura, Papua.

Sisa pekerjaan yang belum rampung dalam pembuatan aplikasi itu adalah membenahi sinkronisasi data dan uji coba ketahanan penggunaan aplikasi itu. Aplikasi SI-DOA akan melakukan sinkronisasi data dengan laman internet MRP. MRP juga masih menyiapkan sejumlah sarana pendukung untuk membuat aplikasi SI-DOA bisa beroperasi.

Kajoi menyatakan jika seluruh proses pembuatan aplikasi SI-DOA itu rampung, MRP akan memulai tahapan uji coba sistem informasi dalam aplikasi itu. Kajoi menyatakan tim pembuat aplikasi masih mempertimbangkan untuk melakukan uji coba aplikasi SI-DOA di seluruh kabupaten/kota di Papua, atau menguji-cobanya secara terbatas.

Jika dilakukan secara terbatas, berarti aplikasi itu diuji coba di satu wilayah tertentu, misalnya di salah satu kabupaten/kota di Papua. “Kalau tidak bisa [diuji coba di] satu kabupaten, [aplikasi itu akan diuji coba di] satu kecamatan saja,”ungkap Kajoi.

Menurut Kajoi, uji coba SI-DOA akan membutuhkan dukungan dari banyak pihak, khususnya para kepala daerah di Papua. Pengoperasian dan penerapan aplikasi SI-DOA juga membutuhkan kerjasama dengan para bupati, wali kota, maupun Gubernur Papua.

Loading...
;

“Kami meminta dukungan para bupati [dan wali kota di Papua], lebih baik lagi kalau Gubernur Papua mendukung ini. Sistem itu nantinya akan digunakan MRP. Jika tidak, kami akan merekomendasikan sistem itu dipakai Pemerintah Provinsi Papua untuk mendata orang asli Papua,”ungkap Kajoi.

Kata dia, MRP menyiapkan aplikasi ini dalam rangka mendata orang asli Papua. Karena, pendataan orang asli Papua itu menjadi satu kebutuhan untuk mengatasi simpang siur perkembangan populasi orang asli Papua.

Kajoi menyatkaan SI-DOA dibuat karena hingga saat ini data populasi orang asli Papua masih simpang siur. “Kami mau memastikan jumlah orang asli Papua, supaya tidak menduga-duga jumlah orang asli Papua,” ungkap Kayoi kepada Jubi.

Ketua MRP, Timotius Murib mengatakan aplikasi SI-DOA itu merupakan kebutuhan MRP untuk menjalankan wewenangnya sebagai lembaga kultural orang asli Papua. “Memang itu satu program [aplikasi] yang harus [dibuat] MRP. Sebagai lembaga kultural orang asli Papua, MRP harus punya data seluruh penduduk di provinsi Papua,”ungkapnya.

Murib berharap aplikasi SI-DOA itu dapat segera diujicobakan oleh MRP. “Kalau berhasil, kita mempresentasikan SI-DOA kepada para bupati/wali kota di Papua, [agar para kepala daerah itu] bisa bekerja sama mendukung [aplikasi SI-DOA],” kata Murib saat menanggapi laporan Kajoi.

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top