Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

MRPB didesak kawal honorer jadi PNS

Papua
Forum honorer Papua Barat tahun 2013 serahkan daftar nama ke MRPB untuk diperjuangkan ke Menpan RB. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Ratusan tenaga honorer Provinsi Papua Barat  yang tergabung dalam Forum Honorer Papua Barat  tahun 2013 datangi kantor MRP Papua di Manokwari.

Mereka mendesak lembaga kultur tersebut turut memperjuangkan nasib mereka ke Menpan RB, agar mendapatkan kepastian sebagai PNS dalam formasi selanjutnya.

George Menanti, Koordinator Forum Honorer Papua Barat tahun 2013, mengatakan masih ada 500 lebih tenaga honorer Papua Barat yang belum diangkat sebagai PNS dan tersebar di 48 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Papua Barat.

Mereka tidak terakomodir dalam 1283 tenaga honorer Papua Barat yang telah dinyatakan lulus 100 persen pada seleksi CPNS formasi 2018.

“Kami datang ke MRPB untuk menyerahkan data kami. Bahwa masih ada 500 lebih tenaga honorer di 48 OPD di Papua Barat, sementara mereka telah mengabdi cukup lama,” ujarnya.

Selain menyerahkan data jumlah tenaga honorer kepada MRPB, George mengatakan untuk tes CPNS formasi 2019/2020 yang akan dilaksanakan pada tahun 2021, harus mengakomodir nama-nama yang disertakan, tanpa mengikuti tes (seleksi).

“Jadi kami desak MRPB bantu mengawal aspirasi kami ke Menpan RB. Dan untuk formasi 2019, kami minta jatah khusus untuk pengangkatan sebagai PNS [tidak melalui seleksi],” katanya.

Loading...
;

Mewakili forum honorer Papua Barat tahun 2013, George mengatakan, mereka tak masalah dengan dugaan honorer ‘siluman’ yang telah lulus dalam formasi 2018. Meski begitu, George berharap kuota formasi 2019 pun wajib diperuntukkan bagi mereka [honorer yang belum diangkat sebagai PNS].

Sementara, ketua MRPB, Maxsi Nelson Ahoren, mengatakan secara kelembagaan, MRPB akan mengawal aspirasi yang diberikan sampai di tangan Menpan RB di Jakarta.

“Saya sudah terima daftarnya, dan terima kasih sudah berikan kepercayaan kepada kami [lembaga MRPB]. Besok (Kamis) saya akan bertemu Menpan RB di Jakarta untuk serahkan nama-nama honorer Papua Barat yang belum terakomodir ini,” katanya.

Disinggung soal dugaan honorer siluman, Ahoren pun tak menampik bahwa diinternal sekretariat lembaga MRPB, hanya ada 16 tenaga honorer. Namun yang dinyatakan lulus dan mengatasnamakan sekretariat MRPB mencapai 26 orang.

“Jangan jauh-jauh ke OPD lain. Di sekretariat MRPB sendiri, honorernya hanya 16 tapi yang lulus ada 26 orang. Artinya, 10 nama itu dari mana? Dan honornya di mana selama ini,” ujar Ahoren. (*)

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top