TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Muhammadiyah larang masjid dan mushola gelar Bukber

Papua-salat jamaah di masjid
Warga sedang salat Jumat di masjid Bucend II Entrop Jayapura - Jubi/Ramah

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Organsiasi keagamaan Muhammadiyah meminta pengurus masjid atau musala di bawah naungan lembaganya tak menggelar acara buka dan sahur bersama selama bulan Ramadan. Lembaga itu mengeluarkan surat edaran tentang Panduan Penerapan Protokol Kesehatan Ibadah Bulan Ramadan dan Idulfitri.

“Pengurus masjid/musala tidak membuka layanan buka puasa bersama, sahur bersama, tadarus berjemaah,” tulis surat itu yang ditandatangani Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, Rabu (30/3/2022).

Baca juga : Puncak perayaan HPN 2022 digelar di pelataran masjid al alam
Pencuri besi masjid ini dibebaskan kerugian di kurang Rp25 juta
Pemprov Jateng serahkan bantuan pembangunan masjid Raya baiturrahim Jayapura 

Haedar juga tak membolehkan pengurus masjid atau musala menggelar tadarus berjemaah maupun kegiatan lain yang berpotensi membuka masker dan bertatap muka antar jemaah. Menurut Haedar, pengajian menjelang buka puasa bisa digelar tanpa acara makan besar bersama.

“Kegiatan takjil juga mesti dilakukan dengan hati-hati, seperti menjaga jarak, tidak mengobrol, singkat, dan di tempat terbuka,” tulis surat itu.

Meski melarang pengurus masjid menggelar buka bersama, PP Muhammadiyah mengizinkan ibadah salat Tarawih dilakukan dengan saf rapat tanpa menjaga jarak.

Hal ini boleh dilakukan dengan beberapa catatan seperti, ruangan masjid atau musala memiliki ventilasi baik dan diutamakan ruangan terbuka. Jika ruangan tertutup, jendela atau pintu harus dibuka. Jemaah wajib menggunakan masker KN95 atau masker jenis lain namun berlapis ganda. Seluruh jemaah juga harus sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dua dosis.

“Apabila syarat dan ketentuan di atas tidak dapat dipenuhi maka saf salat berjemaah dan kegiatan ibadah lainnya tetap harus berjarak,” kata Haedar menjelaskan.

PP Muhammadiyah juga menyarankan agar takbir Idulfitri dilakukan di rumah masing-masing. Takbir tetap boleh dilakukan di masjid dengan catatan tidak ada jemaah yang terindikasi positif Covid-19. Jemaah Muhammadiyah juga disarankan tidak menggelar takbir keliling.

Sedangkan sholat Idulfitri bisa dilakukan di tempat terbuka atau tanah lapang kecil, jemaah mengenakan masker, dan khotbah maksimal 15 menit. PP Muhammadiyah juga menyarankan tidak mengedarkan kotak infak. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending


Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us