Loading...

TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Mulai Maret nanti pemerintah Taliban izinkan perempuan sekolah dengan syarat

Perempuan Arab, Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi –  Kementerian Pendidikan Afghanistan di rezim Taliban berencana membuka kelas untuk perempuan saat Tahun Baru Afghanistan, yang dimulai pada 21 Maret. Negara ini menggunakan kalender Hijri Syamsi.  Selain itu perempuan harus benar-benar dipisahkan di lingkungan sekolah, meski saat ini masalah terbesar yang dihadapai untuk memisahkan adalah menemukan ataupun membangun asrama dan hostel yang bisa menampung para perempuan saat bersekolah.

“Edukasi untuk perempuan adalah persoalan kapasitas,” kata Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu, (19/1/2022).

Baca juga : Kuliah dibuka kembali saat Taliban berkuasa tapi
Taliban kuasai istana Presiden Afghanistan PBB lindungi hak perempuan dan anak
Taliban dinilai ingkar janji saat berkuasa ini fakta yang diungkap PBB

Menurut Mujahid, pemisahan perempuan dan laki-laki dalam kelas yang berbeda tidak cukup. Pemisahan ini perlu dilakukan sampai ke tahap gedung.

“Kami bukan menentang pendidikan,” ucap Mujahid, saat berbicara di gedung perkantoran di Kabul yang digunakan Taliban sebagai kantor Kementerian Budaya dan Informasi.

Taliban memang kerap membatasi peran perempuan dalam berbagai bidang, khususnya pendidikan. Dari 34 provinsi yang ada di Afghanistan, hanya ada sepuluh wilayah yang mengizinkan perempuan di atas kelas 7 belajar di sekolah pemerintah.

Di ibu kota Afghanistan, Kabul, universitas swasta dan sekolah menengah atas tetap berlangsung tanpa ada gangguan. Kebanyakan dari mereka tak begitu besar dan kelas antara lelaki-perempuan selalu dipisah.

“Kami berusaha menyelesaikan masalah ini dalam beberapa tahun ke depan, sehingga sekolah dan universitas bisa dibuka,” kata Mujahid menjelaskan.

Selain membicarakan pendidikan, Mujahid sempat menyinggung tentang pekerjaan di Afghanistan. Ia mengklaim ada 80 persen pegawai negeri Afghanistan yang kembali bekerja merupakan anggota pemerintahan sebelumnya. Sedangkan perempuan kini bekerja di sektor kesehatan, edukasi, pun juga menjadi tim bea cukai dan kontrol paspor di Bandara Internasional Kabul.

Walaupun demikian, Mujahid tak mengatakan kapan perempuan bisa bekerja di kantor kementerian pemerintah Afghanistan. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us