Follow our news chanel

Previous
Next

Mutasi Kajati Papua Barat, Warinussy: Itu skenario

papua-hari-bakti-adhyaksa
Poster perayaan Hari Adhiyaksa ke-60 di lingkungan Kejaksaan Tinggi Papua Barat, 22 Juli 2020 - Jubi/Hans Arnold Kapisa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Tinggi (Plt Kajati) Papua Barat, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, minta publik tak perlu berasumsi negatif terkait mutasi jabatan di internal Kejaksaan RI, pasca dimutasinya Yusuf dari jabatan Kajati Papua Barat.

Dikatakan Simanjuntak, mutasi Yusuf sebagai jaksa fungsional ke Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejagung di Jakarta, berkaitan dengan kebutuhan organisasi Kejaksaan RI, bukan merupakan sanksi organisasi.

“Ini namanya mutasi Pola Karier Diagonal sesuai Peraturan Kejaksaan RI No.11 Tahun 2019 tentang manajemen karier Pegawai Kejaksaan RI. Karena memang dibutuhkan dan tidak menutup kemungkinan, Beliau [Yusuf] akan dimutasi kembali dengan jabatan (lebih) tinggi,” papar Simanjuntak kepada awak media di Manokwari, belum lama ini.

Diketahui, mutasi Yusuf, dalam surat keputusan Jaksa Agung Nomor 172 Tahun 2020 tanggal 19 Agustus 2020, sempat diwarnai aksi protes kelompok warga di Manokwari dengan menyegel kantor sementara Kejati Papua Barat, menuntut Jaksa Agung menganulir surat keputusan mutasi terhadap Yusuf.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kejagung, Hari Setiyoso, yang dikonfirmasi Jubi melalui telepon selulernya, belum memberikan respons terkait desakan kelompok warga di Manokwari  agar Jaksa Agung, Burhanuddin, menganulir surat keputusan mutasi Yusuf.

Baca juga: Ini ‘ladang’ korupsi di Papua Barat

Sementara, Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, mengatakan kabar ‘pergantian’ jabatan Kajati Papua Barat dari Yusuf ke Plt Wakil Kepala Kajati (Wakajati) benar-benar mengagetkan dan juga menimbulkan pertanyaan di publik Bumi Kasuari.

Loading...
;

Pasalnya, Yusuf baru menjabat sekitar enam bulan namun telah memulai perannya dalam mendorong pencegahan tindak pidana korupsi melalui pertemuan tatap muka dengan sejumlah pimpinan daerah kabupaten/kota dan provinsi.

“Tapi di sisi lain, Pak Yusuf tetap melakukan upaya penindakan dengan penyelidikan atas beberapa laporan dugaan tindak pidana korupsi ‘kelas kakap’ di Papua Barat,” kata Warinussy dalam siaran persnya, Kamis (27/8/2020).

Pergantian mendadak Yusuf oleh Jaksa Agung RI, disebut Warinussy, kuat diduga terkait dengan langkah penyelidikan beberapa kasus dugaan tindak pidana korupsi di Bumi Kasuari itu.

“Keinginan luhur Yusuf untuk promosikan sumber daya manusia OAP  di lingkungan Kejaksaan Tinggi Papua Barat rupanya bagai bertepuk sebelah tangan. Ini saya duga karena tidak disukai oleh beberapa pejabat utama ‘lingkaran dalam’ Kejati PB sendiri. Bahkan beberapa terduga pelaku tipikor dari kalangan pemerintah daerah dan investor tertentu di daerah ini, saya duga terlibat dalam skenario mutasi Yusuf,” tukasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top