Follow our news chanel

Previous
Next

Najwa Shihab dipolisikan usai wawancara kursi kosong Terawan

Papua
Kebebasan pers, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu Silvia Dewi Soembarto melaporkan jurnalis Najwa Shihab ke Polda Metro Jaya pada Selasa, (6/10/2020). Najwa dilaporkan atas program Mata Najwa yang menghadirkan kursi kosong Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada (28/9/2020).  “Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela presiden, karena Menteri Terawan adalah representasi dari Presiden Joko Widodo,” kata Silvia usai melaporkan.

Silvia mengatakan laporan ini dilakukan karena ia takut kejadian serupa akan berulang. “Jika ada pembiaran, wartawan lain akan berlaku sama melakukan wawancara kosong kepada narasumber dan itu memberikan preseden buruk pada wartawan sendiri,” kata Silvia menambahkan.

Baca juga : Kebebasan pers, mutu jurnalisme, media abal-abal, dan bagaimana menghindari “bocor halus”

Kebebasan pers harus terus diberi ruang

AJI Kota Jayapura: pelarangan liputan melanggar UU Pers, intimidatif, dan diskriminatif

Silvia mengatakan melaporkan Najwa atas tindakan cyber-bullying atau perundungan siber. Ia tidak menyebut secara spesifik pasal-pasal yang dimaksud menjerat Najwa itu. “Dan perbuatan tidak menyenangkan sih, karena Menteri Terawan adalah pejabat negara. Yang membuat saya sebagai Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu marah adalah menteri ini representasi dari Jokowi, dan presiden Jokowi adalah kami relawannya,” ujar Silvia menjelaskan.

Loading...
;

Saat disinggung mengapa membawa perkara ke polisi dan bukan ke Dewan Pers, Silvia mengatakan, sedang mengupayakan koordinasi dengan lembaga tersebut.  “Saya minta arahan kepada Dewan Pers, karena ini menyangkut jurnalistik dan wartawannya sendiri. Dewan Pers membuka peluang kami untuk datang dan berdiskusi,” katanya.

Menurut Silva, peraturan dalam KUHP Perdata dan Pidana yang mempersilakan pelaporan secara pidana atau perdata melalui pengadilan atau kepolisian.

“Ketika sama-sama mentok kita sama-sama ke Dewan Pers untuk minta arahan kepada Dewan Pers karena dia punya UU Pers, dan disitu diketemukan indikasi-indikasi yang dilanggar oleh Najwa Shihab,”katanya.

Sejumlah bukti yang ia siapkan di antaranya video YouTube tayangan beserta beberapa hal lainnya.

Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar mengatakan aksi Najwa Shihab mewawancarai kursi kosong karena absennya Terawan Agus Putranto bukan penghinaan kepada siapapun. Menurut Ahmad, cara Najwa itu merupakan bagian kreativitas dalam dunia jurnalistik.

“Kreativitas ini kan macam-macam caranya. Ada yang caranya sindiran halus. Engga lah ini sampai bikin malu Pak Jokowi. Itu relawannya aja yang baper (bawa perasaan),” ujar Ahmad.(*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top