Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

gubernur-papua-barat
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dan unsur pimpinan daerah menjemput 7.160 vaksin di Bandara Rendani Manokwari - Jubi/Hans Arnold Kapisa

Nakes berkomorbid di Papua Barat tak wajib terima vaksin Covid-19

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan, menyatakan saat ini sebanyak 9.047 tenaga kesehatan (nakes) telah mendaftarkan diri melalui aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISMK) untuk divaksin.

Dalam aplikasi tersebut, kata Otto, nakes dengan riwayat penyakit bawaan (komorbid) seperti gangguan jantung dan diabetes melitus, tidak diwajibkan menerima vaksin Covid-19. Meski tak menjelaskan akibatnya, namun Otto memastikan vaksinasi bagi nakes Papua Barat diprioritaskan bagi yang ‘sehat’ tanpa komorbid.

“Sesuai arahan Gubernur, nakes di Manokwari dan  Kota Sorong yang diprioritaskan. Vaksin untuk petugas yang sehat, karena dalam aplikasi SISMK telah diklasifikasikan antara nakes yang sehat tanpa sakit bawaan seperti jantung dan diabetes,” sebutnya, Selasa (5/1/2021).

Lewat tiga kali uji klinis, pemerintah memastikan penggunaan vaksin Covid-19 aman. Jika ada kejadian pasca imunisasi/vaksinasi, akan segera ditangani oleh tim daerah penanganan pasca imunisasi dibawah Dinas Kesehatan Papua Barat.

“Vaksin ini telah melalui uji klinis ketiga, untuk Papua Barat, kita tunggu izin penggunaan kedaruratan dari BPOM. Semoga saja vaksin ini aman untuk kita di Papua Barat, karena tidak ada efek samping. Kita harap penerima vaksin di sini bisa sama seperti daerah lainnya,” ujar Otto.

Baca juga: 7.160 vaksin tiba di Papua Barat, Mandacan: tenaga medis diprioritaskan

Sementara, Kepala BPOM Papua Barat, Mojaza Sirait, juga mengakui bahwa orang dengan komorbid tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Loading...
;

“Bagi penderita sakit jantung dan diabetes atau komorbid yang lain, tidak dianjurkan untuk melakukan vaksin Covid-19,” ujarnya.

Soal keamanan vaksin bagi warga, Sirait mengakui hasil uji klinis vaksin tersebut cukup diakui, dan semua prosedur penggunaan pun mengikuti standar kesehatan dunia.

“Saya rasa pemerintah sudah lakukan langkah-langkah sesuai standar WHO untuk keamanan vaksin bagi warga Indonesia. Karena uji klinis sampai tiga kali, bukan saja Indonesia tapi beberapa negara di Amerika dan Arab, dan itu menyatakan mereka aman jadi kami juga yakin aman,” katanya.

Apabila ada kejadian ikutan pasca vaksinasi, imbuhnya, itu akan ditangani oleh tim daerah penanganan pasca imunisasi. BPOM sendiri mempunyai tim yang akan menangani itu.

“Jika ada kejadian pasca imunisasi, warga atau nakes bisa melaporkan ke Balai POM karena kami juga punya tim untuk tangani kejadian serupa,” tuturnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top