Follow our news chanel

Nama Papua dalam catatan Portugis dan Spanyol era merkantilis

Ilustrasi, wisatawan asing di Raja Ampat – Jubi/pesona.travel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan sebagian besar artikel ilmiah menuliskan kata Papua berasal dari bahasa Melayu Lama sebagai ‘papuwah’, yang berarti ‘rambut keriting’.

“Dalam catatan pelaut Portugis dan Spanyol abad 16, kata ‘Papua’ merupakan sebutan untuk penduduk yang mendiami wilayah Kepulauan Raja Ampat dan bagian pesisir Kepala Burung,” kata Hari Suroto, Kamis (29/10/2020).

Baca juga : Papua dalam lembaran sejarah Perang Dunia Kedua (2/2) 

Papua dalam lembaran sejarah Perang Dunia Kedua (1/2) 

Buku sejarah Papua diusulkan jadi film

Tercatat abad 16 era perdagangan lewat jalur laut atau di kenal dengan merkantilis, saat itu domiasi Portugis dan Spanyol yang menguasai samudera.

Loading...
;

Hari menjelaskan, istilahnya ‘sup-i-papwah’ yang berasal dari bahasa Biak. Artinya, ‘tanah di bawah matahari terbenam’. Saat itu, penduduk Pulau Biak dapat melihat sebuah pulau besar yang terletak di sebelah barat, pulau di bawah matahari terbenam.

Pulau besar yang membentang antara Papua sampai Papua Nugini ini secara geografis disebut dengan New Guinea. Bagian barat New Guinea masuk dalam wilayah Indonesia, Provinsi Papua saat ini. Sedang bagian timur adalah wilayah Papua Nugini.

“Nama New Guinea diberikan oleh pelaut Spanyol bernama Ynigo Ortiz de Retes pada 1545. Dia memberikan nama wilayah itu New Guinea karena orang-orang di sana mirip dengan masyarakat Afrika di Pantai Guinea,” kata Hari menambahkan.

Pada 1884, pemerintah kolonial Inggris di Port Moresby, memproklamasikan wilayah bagian tenggara Nugini menjadi wilayah kekuasaannya. Pada tahun yang sama, bendera Jerman dikibarkan di timur laut Papua Nugini. Belanda kemudian bertindak karena tak ingin Nugini bagian barat jatuh pada bangsa Eropa.

Belanda mengklaim mulai Raja Ampat hingga 141 derajat di bagian timur (garis yang membentang antara timur Kota Jayapura hingga ke Merauke) menjadi wilayah kekuasaannya. Garis batas antara Papua dengan Papua Nugini disahkan pada 16 Mei 1895 di s’Gravenhage Belanda. Perbatasan yang memisahkan daerah Papua dengan Papua Nugini dinyatakan dalam Staatsblad van Nederlandsch-Indie, 1895, Nomor 220 dan 221.

Klaim Belanda ini akhirnya diakui oleh Inggris pada 1895, diikuti oleh pengakuan Jerman pada tahun 1910. Garis batas internasional ini masih berlaku hingga sekarang yang memisahkan antara negara Papua Nugini dan Provinsi Papua, Indonesia. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top