Follow our news chanel

Nauru bantah kritik fasilitas kesehatan pengungsi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yaren, Jubi – Badan pengungsi PBB, UNHCR, telah bergabung dengan sejumlah badan amal bidang kesehatan dalam mendesak pemerintah Australia, agar memindahkan semua pengungsi dan pencari suaka dari Nauru dan Pulau Manus, menegaskan bahwa kesehatan dari sekitar 1.400 orang dikedua lokasi terus memburuk.

Pemerintah Nauru, minggu lalu menendang keluar badan amal medis, Dokter Lintas Batas atau Médicins Sans Frontières (MSF), dari pulau itu, mengakhiri perawatan medis cuma-cuma yang diberikan bagi para pencari suaka dan penduduk setempat secara tiba-tiba.

Pada Kamis lalu, badan amal itu menjelaskan bahwa krisis kesehatan jiwa semakin parah di komunitas pencari suaka dan pengungsi, dilaporkan akibat rasa putus asa setelah lebih dari lima tahun hidup dalam ketidakpastian.

Dalam pidatonya di Jenewa pada hari Jumat (12/10/2018), juru bicara UNHCR Australia, Catherine Stubberfield, juga mengungkapkan kekhawatiran serupa, mengatakan bahwa kesehatan mereka yang masih di tahan Nauru atau Pulau Manus, Papua Nugini, menurun drastis.

“Selama September 2018, lebih banyak pengungsi dan pencari suaka yang harus dievakuasikan akibat masalah kesehatan, dari Nauru ke Australia, dibandingkan dengan jumlah total yang dievakuasikan selama dua tahun sebelumnya,” kata Stubberfield, menambahkan bahwa sebagian besar evakuasi itu, baru dilakukan setelah intervensi oleh beberapa pengadilan di Australia.

Stubberfield menegaskan bahwa semua pencari suaka dan pengungsi harus segera dipindahkan ke Australia, di mana mereka dapat mendapatkan perawatan medis.

Loading...
;

Sementara itu, Pemerintah Nauru menuduh MSF telah bersekongkol untuk menentangnya, menggunakan layanan perawatan kesehatannya sebagai kedok untuk aktivisme politik.

Dalam pernyataannya yang panjang, pemerintah Nauru mengatakan fasilitas dan perawatan yang ada dinegaranya lebih baik, daripada yang diberikan oleh pengungsi dan pencari suaka lainnya di seluruh dunia.

Pernyataan itu berkata bahwa anggota-anggota MSF berada di pulau itu sebagai aktivis politik untuk pengungsi.

“Bukannya bekerja dengan kami, mereka bersekongkol melawan kami,” kata pernyataan itu.

“Mereka harus menyadari bahwa negara kita tidak akan lagi menerima berbagai kebohongan yang mereka ceritakan tentang kita hanya untuk memajukan agenda politik mereka.” (RNZI)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top