TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Negara tetangga Afghanistan dimohon membuka perbatasan, hindari krisis kemanusiaan

Papua Afghanistan
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

London, Jubi – Seorang diplomat negara anggota NATO berharap negara-negara tetangga Afghanistan harus membuka perbatasan darat agar warga yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan itu bisa meninggalkan negaranya.  Badan-badan kemanusiaan sebelumnya memperingatkan akan munculnya krisis kemanusiaan di Afghanistan yang kini berada dalam kekuasaan kelompok  Taliban.

“Iran, Pakistan dan Tajikistan harus menarik lebih banyak orang lewat rute darat atau udara. Rute-rute yang penting itu digunakan segera,” kata diplomat yang berbasis di Kabul itu, rabu, (25/8/2021).

Ancaman itu beripa risiko kelaparan, penyakit dan penganiayaan meningkat pada jutaan orang yang tetap berada di Afghanistan setelah kekacauan eksodus di bandara Kabul berakhir.

Diplomat NATO yang menolak disebut namanya itu mengatakan sejumlah kelompok bantuan internasional sangat menginginkan agar staf lokal mereka di Afghanistan dapat diungsikan ke negara-negara tetangga.

Ribuan orang Afghanistan yang menghadapi ancaman persekusi telah memenuhi bandara Kabul sejak pengambilalihan kekuasaan. Mereka yang beruntung dapat diangkut dalam penerbangan yang kebanyakan disiapkan oleh negara-negara Barat. Sedikitnya 70.000 orang telah dievakuasi dari Afghanistan.

Baca juga : Puluhan negara sampaikan pernyataan untuk Afghanistan

Jubir Taliban sebut libatkan Cina bangun kembali Afghanistan

Ukraina evakuasi wartawan hingga aktivis dari Afghanistan

Semua evakuasi asing dari negara itu harus selesai pada 31 Agustus, kata Taliban. Mereka juga meminta AS untuk berhenti mendesak ahli-ahli Afghanistan untuk meninggalkan negara itu.

Presiden AS Joe Biden telah mengatakan bahwa pemerintahnya berupaya menyelesaikan evakuasi hingga 31 Agustus, namun tetap membuka peluang untuk memperpanjang batas waktu.

“Sebuah ‘badai besar’ akan datang akibat kemarau panjang, konflik, pelemahan ekonomi, yang diperparah oleh COVID,” kata David Beasley, direktur pelaksana Badan Pangan Dunia PBB (WFP), di Doha.

Beasley menyerukan komunitas internasional untuk menyumbang 200 juta dolar dalam bentuk bantuan makanan. “Jumlah orang yang terancam kelaparan telah meningkat pesat menjadi 14 juta,” kata Beasley menambahkan.

Sedangkan Uni Eropa mengatakan mereka berencana menambah bantuan hingga empat kali lipat bagi Afghanistan dan tengah menjajaki kerja sama dengan PBB dalam pengiriman dan pengawalan bantuan.

Kepala hak asasi manusia PBB mengaku dirinya mendapat sejumlah laporan kredibel tentang adanya tindak kekerasan serius di Afghanistan, termasuk “eksekusi tanpa pengadilan” terhadap warga sipil dan pasukan keamanan Afghanistan yang telah menyerahkan diri.

Sedangkan Taliban mengatakan pihaknya akan menyelidiki setiap laporan tentang kekejaman. Sebelumnya milisi yang mengambil alih ibu kota Kabul pada 15 Agustus itu telah mengatakan kepada warga Afghanistan di bandara bahwa mereka tak perlu takut dan sebaiknya pulang ke rumah.

“Kami jamin keamanan mereka,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us