Noken bulu kasuari PNG di pasar tradisonal Sota Merauke

Seorang pedagang asal Kampung Weryaber-PNG sedang berjualan di tapal batas pasar tradisonal Sota, Merauke, Kamis (19/12/2019) - Jubi/Dominggus Mampioper
Noken bulu kasuari PNG di pasar tradisonal Sota Merauke 1 i Papua
Seorang pedagang asal Kampung Weryaber-PNG sedang berjualan di tapal batas pasar tradisonal Sota, Merauke, Kamis (19/12/2019) – Jubi/Dominggus Mampioper

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kabupaten Merauke, Provinsi Papua berbatasan langsung dengan Provinsi Barat (Western Province) Papua New Guinea. Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Boven Digoel juga berdekatan dengan Western Province, PNG.

Tak heran kalau kedekatan antara kedua wilayah di perbatasan kedua negara ini karena hubungan kekerabatan yang sangat erat. Hubungan kekerabatan dan saudara telah terjalin lama, jauh sebelum negara asing memberikan batas wilayah jajahan antara Inggris dan Belanda.

Yauku Mahuse, warga suku Kanum dari Kampung Siriwo, Western Province, PNG mengatakan sebagai warga negara PNG tetapi ada ikatan hubungan keluarga dan kekerabatan dengan orang Marind Kanum di Kabupaten Merauke.

“Saya mengerti bahasa Marind dan juga Bahasa (speak Bahasa Indonesia),” katanya saat menemani Jubi menuju pasar tradisional milik warga dari kampung-kampung Siriwo, Yokwa, Roku dan Weryaber, Kamis (19/12/2019).

Dia juga memperkenalkan tua-tua adat, Ketua Masyarakat Adat dari kampung-kampung di PNG, Silas Ndiken, yang juga memiliki marga serupa dengan orang Marind di Kabupaten Merauke.

”Warga kami dari PNG biasa membawa keladi, pisang, petatas/ubi manis dan hasil kerajinan ke pasar perbatasan di Distrik Sota, Kabupaten Merauke,” kata Mahuse, seraya menambahkan noken asal PNG banyak memakai perhiasan bulu kasuari.

Loading...
;

Terpisah, Margareta Naip (45) pedagang asli Papua pemilik kios mengaku kalau banyak noken kasuari khas PNG banyak dijual di los kios miliknya.

“Saya biasa membeli noken dari orang PNG dan menjual di sini,” katanya, seraya menambahkan harganya pun bervariasi dari termurah Rp50 ribu sampai dengan Rp100 ribu saja.

Dia berharap tahun depan bisa mendapat kios baru yang dibangun pemerintah di tapal batas Distrik Sota Kabupaten Merauke.

”Saya berharap kalau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) kita berjualan di dalam los los kios,” katanya.

Pantauan Jubi di tapal batas kilometer 0 Sabang Merauke, pembangunan PLBN Sota sudah hampir rampung tinggal menyelesaikan  yang tersisa. Selain PLBN Sota juga ada pembangunan PLBN Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel.

Zona inti PLBN Sota dibangun pula gudang sita, klinik, monumen Garuda, bangunan gerbang, dan check point, serta didukung jalan akses dan tersedianya lahan parkir. Sedangkan untuk zona sub inti akan dibangun rumah pegawai, Wisma Indonesia, dan zona pendukung berupa rest area, gereja, mushola, parkir, dan renovasi Pasar Sota yang dilengkapi fasilitas 13 kios dagang. Untuk zona pendukung lainnya dilengkapi fasilitas tempat beristirahat (rest area). (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top