HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Noken juga perlu hak paten

Perempuan Arfak menunjukan monga, noken khas dari suku mereka - Jubi/Hans Arnold Kapisa.
Noken juga perlu hak paten 1 i Papua
Perempuan Arfak menunjukan monga, noken khas dari suku mereka – Jubi/Hans Arnold Kapisa.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Noken menjadi salah satu warisan budaya dunia.  Tradisi itu dimiliki lebih dari 250 suku bangsa di Tanah Papua.

UNESCO pun mengakui dan menetapkan noken sebagai warisan budaya tak benda. Pengakuan dari Organisasi Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tersebut menjadi pendorong bagi pelestarian dan pengembangan noken.

Noken juga perlu hak paten 2 i Papua

Namun, pengakuan tersebut belum dianggap sebagai senjata ampuh untuk menyelamatkan tradisi noken. Tradisi dan produk noken bisa saja diklaim oleh pihak lain dari luar Papua. Kejadian tersebut dialami beberapa budaya dan tradisi Indonesia yang diklaim kepemilikannya oleh negara lain.

“Noken sampai sekarang belum dipatenkan. Hak ciptanya belum ada pengakuan resmi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” kata Direktur Noken Ecology Papua Titus Pikei, Rabu (4/12/2019).

Pendaftaran hak cipta pernah diajukan pada 2013, tetapi gagal. Noken merupakan budaya milik komunal walaupun setiap wilayah memiliki kekhas pada produk masing-masing.

“Kami pernah mengurus untuk pendaftaran hak ciptanya, tetapi itu kendalanya. Noken merupakan milik komunal dari tujuh wilayah adat di Tanah Papua,” kata Pikei, yang juga pencetus upaya pengakuan UNESCO terhadap noken.

Loading...
;

Menurut Penulis Buku Cermin Noken Papua, tersebut masih ada peluang untuk mendapatkan hak cipta terhadap noken. Pengajuannya bisa dilakukan secara individu atau melalui komunitas perajin.

“Pengajuan dengan atas nama pribadi atau kelompok mungkin bisa. Namun, itu untuk kepentingan bisnis,” kata Pikei melalui sambungan telepon.

Dia mengaku sudah berulang kali mengingatkan pemerintah agar memperhatikan persoalan hak cipta. Mereka bisa memulainya dengan mendata para pelestari atau perajin noken.

“Bukan hanya terhadap noken, melainkan juga seluruh produk budaya Papua (diinvetarisasi dan didaftarkan hak patennya). Pemerintah bisa memfasilitasinya,” lanjut Pikei.

Sekretaris Suku Besar Yerisiam Gua Robertino Hanebora sependapat bahwa noken dan produk budaya Papua lainnya perlu dihakpatenkan. Itu seperti pada produk batik Papua khas Nabire.

“Budaya Papua itu banyak (kaya dan beragam). Pemerintah harus ikut melestarikan, dan memberdayakannya agar budaya Papua semakin mendunia,” kata Hanebora. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top