HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Norwegia seriusi kerja sama bidang lingkungan dengan Papua Barat

Gubernur Dominggus Mandacan saat menerima kunjungan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Kerajaan Norwegia Ola Elvestuen di Sorong sore tadi. (Jubi/dokumentasi humas Pemprov Papua Barat)
Norwegia seriusi kerja sama bidang lingkungan dengan Papua Barat 1 i Papua
Gubernur Dominggus Mandacan saat menerima kunjungan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Kerajaan Norwegia Ola Elvestuen di Sorong sore tadi. (Jubi/dokumentasi humas Pemprov Papua Barat)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

 Manokwari, Jubi – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menerima kunjungan pemerintah kerajaan Norwegia yang diwakili oleh menteri iklim dan lingkungan hidup kerajaan Norwegia, Ola Elvestuen  di Sorong Papua Barat, Kamis (14/2/2019).

Kunjungan pemerintah kerajaan Norwegia kali ini merupakan kunjungan balasan untuk menindaklanjuti diskusi awal yang dilakukan  di Norwegia pertengahan tahun 2018 lalu antara pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kerajaan Norwegia terkait komitmen perlindungan hutan dan laut.

Norwegia seriusi kerja sama bidang lingkungan dengan Papua Barat 2 i Papua

Dalam pertemuan dengan menteri iklim dan lingkungan hidup kerajaan Norwegia, Gubernur Dominggus Mandacan berkomitmen menjadikan Papua barat provinsi berkelanjutan dan pro konservasi.

Bahwa, atas dukungan NICFI (Norwegia) telah berhasil melaksanakan konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati Ekowisata dan Ekonomi Kreatif (ICBE) pada bulan Oktober 2018, merupakan wujud nyata dalam keseriusan Pemerintah Papua Barat yang telah melahirkan 14 kesepakatan dan komitmen sebagai babak baru pembangunan berkelanjutan ditanah Papua, minimal berkomitmen mengakomodir 70 persen luas daratan menjadi kawasan Hutan Lindung.

Upaya yang dilakukan, kata Mandacan, diantaranya meningkatkan pencegahan deforestasi dengan meninjau kembali proses perizinan, dan memperkuat penataan ruang yang lebih pro lingkungan, memperluas dan meningkatkan pengelolaan kawasan perlindungan alam baik hutan, laut dan kawasan penting bagi masyarakat adat, mendorong pengakuan hak-hak masyarakat adat, mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau serta pemanfaatan jasa-jasa lingkungan di mana pariwisata merupakan leading sektor bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Upaya lain yang di lakukan antara lain mendukung pembatasan pengiriman kayu bulat ke luar papua barat dan perlindungan total ekosistem mangrove dan gambut Papua Barat, memberantas ilegal logging dan penegakan hukum serta mencegah pencemaran lingkungan dengan pembatasan dan penghapusan kemasan dan kantong plastik,” ujar Mandacan.

Meski demikian, Gubernur mengakui masih adanya kendala yang dihadapi Pemerintah Daerah diantaranya jumlah penduduk sekitar 1,1 juta orang masih menggantungkan hidupnya pada sumber daya Alam dan 25 persen penduduk di papua terkategori miskin berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia(IPM).

“Inilah fakta bahwa kala Papua Barat yang memiliki kekayaan alam melimpah namun masih ada penduduk yang tergolong miskin. Ditambah lagi pembangunan infrastuktur yang belum optimal dan rendahnya kapasitas sumber daya manusia.  Oleh sebab itu dukungan pemerintah kerajaan Norwegia sangat dibutuhkan dalam mencapai target dan komitmen menindaklanjuti deklarasi Manokwari yang berisi 14 kesepakatan,” ujarnya.

Sementara itu,  Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Kerajaan Norwegia Ola Elvestuen mengatakan sangat mendukung pemerintah Indonesia khususnya Provinsi Papua Barat, dan kunjungannya ke Provinsi ini merupakan keseriusannya terhadap diskusi beberapa waktu lalu di Negaranya bersama Gubernur Papua Barat.

Elvestuen sangat sepakat dengan Gubernur Papua Barat,  bahwa kita tidak dapat hidup di bumi yang sakit dan hal ini juga terjadi di Norwegia dan negara antartika dimana perubahan iklim terjadi sangat cepat.

Untuk itu Norwegia bersama Negara-negara lain termasuk Indonesia bekerjasama berupaya mengatasi perubahan iklim tersebut, dan kerjasama ini sudah berlangsung selama 10 tahun.

Pemerintah Norwegia, kata Elvestuen, akan berkonsentrasi pada konservasi keanekaragaman hayati bukan hanya  hutan tetapi juga laut, pihaknya berkomitmen akan mendukung penuh program pemerintah Papua Barat termasuk pendanaan. Dia berharap diskusi tersebut didapatkan kesepakatan dalam mewujudkan program konservasi lingkungan ini. (*)

 

Editor : Edho Sinaga 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.