Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Novel “Tambo Bunga Pala” karya Aprila Wayar diluncurkan di Yogyakarta

Jurnalis dan penulis asal Papua, Aprila Wayar menerbitkan novel keempatnya, “Tambo Bunga Pala”, yang diluncurkan di Pendopo Yayasan LKiS, Sorowajan,Yogyakarta, Jumat (21/2/2020). – Dok. Aprila Wayar

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yogyakarta, Jubi – Novel keempat Aprila Wayar yang berjudul “Tambo Bunga Pala” diluncurkan di Pendopo Yayasan LKiS, Sorowajan,Yogyakarta, Jumat (21/2/2020). Jurnalis dan penulis asal Papua itu berharap novel “Tambo Bunga Pala” karyanya akan menumbuhkan gairah generasi muda Papua untuk menulis sendiri sejarah mereka.

Novel “Tambo Bunga Pala” diterbitkan secara mandiri oleh Wayar, dengan donasi dari Aliansi Demokrasi untuk Papua (AlDP). Peluncuran buku itu dilaksanakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta dan Fawawi Club, sebuah komunitas sastra para penulis asal Papua.

Editor Jubi online, Syam Terrajana selaku moderator diskusi peluncuran novel “Tambo Bunga Pala” membuka acara itu dengan mengajak hadirin menyanyikan bersama lagu “Pusara Tak Bernama” milik Black Brothers, untuk mengenang berpulangnya Andy Ayamiseba. Ia adalah tokoh United Liberation Movement for West Papua sekaligus musisi kelompok musik Black Brothers yang pada era 1980-an tersohor di Indonesia dan sejumah negara Pasifik, dan berpulang di Canberra, Australia pada Jumat.

“Di hari yang berbahagia ini, kita juga mendengar kabar duka. Andy Ayamiseba, salah satu pemimpin Papua meninggal dunia,” kata Syam, sebagaimana dikutip dari siaran pers peluncuran novel “Tambo Bunga Pala”.

Mewakili komunitas sastra Fawawi Club, Herman Degei yang juga mahasiswa STPMD “APMD” Yogyakarta menyatakan peluncuran buku itu istimewa karena Wayar salah satu anggota Fawawi Club. “Terima kasih untuk kawan-kawan yang telah bersedia hadir dalam kegiatan peluncuran novel yang kami selenggarakan ini. Semoga bermanfaat,” katanya.

Bambang Muryanto, salah satu pengurus AJI Indonesia, mengatakan AJI sebagai organisasi profesi jurnalis terus mendorong anggotanya untuk memproduksi tulisan yang meningkatkan literasi publik tentang kehidupan di Papua. Ia mengaku bangga dengan peluncuran novel keempat Wayar, karena Wayar juga anggota AJI Yogyakarta.

Loading...
;

“Saya mewakili AJI Indonesia dan AJI Yogyakarta mengucapkan terima kasih untuk semua yang telah hadir. Kebetulan Emil Wayar ini anggota AJI Yogyakarta, dan saat ini menjadi Koordinator Divisi Jender dan Kelompok Minoritas AJI Yogyakarta,” kata Bambang yang juga kontributor The Jakarta Post di Yogyakarta.

Aprila Wayar mengatakan novel keempatnya, “Tambo Bunga Pala” mengambil Kota Fakfak di Papua Barat sebagai latar kisahnya. Wayar menyebut, Kota Fakfak merupakan salah satu poros peradaban di Papua, namun kerap luput dari perhatian banyak orang di luar Papua. “Padahal, Fakfak adalah salah satu kota Papua yang [menjadi] salah satu tempat peradaban Papua dimulai,” katanya.

Wayar bercerita bahwa Fakfak adalah kota yang memiliki berbagai keunikan, termasuk lanskap kotanya yang “bertingkat”. Lanskap kota Fakfak mengilhami Wayar untuk menulis bab berjudul “Kota Bertingkat”.

Ia mengaku kesulitan mengumpulkan data yang berkaitan dengan perkembangan Fakfak. Ia berharap “Tambo Bunga Pala” akan memotivasi generasi muda Papua, khususnya generasi muda Fakfak, untuk menulis sendiri sejarah mereka. “Ada banyak sejarah ‘hidup’ yang bila terlambat dituliskan, pemilik sejarah ini akan mati membawa sejarah itu,” tutur Aprila Wayar.

“Tambo Bunga Pala” merupakan novel keempat Aprila Wayar. Sebelumnya ia telah menerbitkan tiga novel, yaitu Mawar Hitam Tanpa Akar (2009), Dua Perempuan (2013), dan Sentuh Papua (2018).(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top