Follow our news chanel

Previous
Next

OAP geluti usaha bata, omzetnya capai Rp20 juta

Papua
Usaha pencatakan bata di Kampung Kindiki - Jubi.Frans L Kobun.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Muting, Jubi – Usaha pencetakan batu bata menjadi alternatif sumber pendapatan warga setelah karet tidak lagi menjanjikan di Kampung Kindiki, Distrik Muting, Merauke. Usaha itu mulai berkembang sejak sekitar lima tahun lalu.

“Pada awalnya, kami dilatih seorang warga yang memahami pencetakan bata. Sejak itu, banyak warga yang terampil memproduksi sendiri batu bata,” kata Sophia Mahuze, perajin bata di Kampung Kindiki, pekan lalu.

Perajin bata sebagian besar ialah Orang Asli Papua (OAP). Mereka menjalankan usaha tersebut dengan berkelompok. Ada tujuh kelompok perajin bata di Kindiki saat ini.

“Pekerjanya sekitar empat orang (setiap kelompok) dan bisa mencetak hingga 1.000 bata sehari. Biasanya kami bisa mencetak 10 ribu bata dalam sekali produksi (sekitar sebulan),” jelas Mahuze.

Bata dibuat dari campuran tanah liat dan serbuk kayu.  Setelah itu, dicetak dan dikeringkan melalui pembakaran selama sepekan di oven.

Mahuze mengaku usaha kelompok mereka bisa meraup omzet sebesar Rp20 juta rupiah dalam sekali produksi. “Bata dijual ke kampung-kampung. Harganya Rp2 ribu sebuah.”

Kornelis Kaize, perajin bata lain menambahkan produksi mereka, di antaranya digunakan Pemerintah Kampung Kindiki untuk membangun perumahan warga dan sarana sanitasi. “Kami tidak mengalami kesulitan dalam penjualan karena langsung dibeli pemerintah kampung untuk beberapa kegiatan (proyek) pembangunan.” (*)

Loading...
;

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top