OAP mulai mandiri kelola ikan gastor

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

SEKITAR 15 orang di Kampung Tomer, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, membaca peluang dengan mengelola ikan gastor, mujair, maupun kakap menjadi ikan asin. Karena dalam beberapa tahun terakhir, ikan asin sedang laku di pasaran.

Berbekal pelatihan dan pendampingan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke, kelompok dengan anggota seluruhnya adalah orang asli Papua mulai menggeluti pekerjaan tersebut.

Kelompok yang diberi nama Angsa Laut tersebut merintis usaha pengasinan beberapa jenis ikan maupun udang sejak tahun 2016 dan terus berkembang hingga sekarang.

Ketua Kelompok Angsa Laut Kampung Tomer, Yanuarius Banggu, saat ditemui Jubi, Kamis  8 November 2018, mengatakan kelompok tersebut dilakukan dibagi tugas. Ada yang tugasnya mencari ikan dan ada pula yang mengasinkan ikan.

Umumnya, lanjut dia, yang mengolah adalah ibu-ibu.

“Tugas kami adalah mencari ikan setiap hari dengan menggunakan jaring bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan,” ujarnya.

Loading...
;

Usaha dimaksud, jelas dia, sudah berjalan sejak tahun 2016 sampai sekarang. Meskipun ada saja hambatan, namun tetap dijalankan sebagaimana biasa. Karena dari pengolaan beberapa jenis ikan, telah memberikan manfaat bagi anggota dalam kelompok sendiri.

“Ya, hasil penjualan ikan asin bisa dibagi kepada anggota untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari, termasuk membiayai sekolah anak,” katanya.

Proses pengolaan ikan, lanjut Yanuaris, tidak terlalu rumit. Setelah dibelah, dijemur, dan dikeringkan selama kurang lebih satu minggu.

“Memang kalau musim kemarau seperti sekarang, kami tidak terlalu mengalami kesulitan saat menjemur. Karena mengandalkan sinar matahari. Lalu, hanya dalam hitungan satu minggu, ikan sudah dikeringkan dan dapat dijual,” katanya.

Untuk penjualan, katanya, kadang orang datang membeli langsung di kampung. Tetapi juga kelompok membawa ke kota sekaligus mengantar ke beberapa pedagang yang sudah menjadi langganan tetap.

“Kalau orang datang beli di kampung, kami jual dengan harga Rp 35.000/kg. Tetapi ketika kelompok antar ke kota, harganya berbeda lagi yakni Rp 45.000/kg,” ujarnya.

Ditanya berapa banyak ikan asin yang sering dijual, Yanuarius mengaku tidak menentu. tergantung dari sedikit banyaknya ikan yang didapatkan saat menjaring.

“Selama ini ikan yang paling banyak dicari adalah gastor, karena memiliki khasiat sangat tinggi,” katanya.

Menyangkut tingkat kesulitan dihadapi, Yanuarius menambahkan alat pendukung mencari ikan.

“Kami hanya mengandalkan jaring untuk mencari ikan di Pantai Tomer dan sekitarnya,” ungkap dia.

Padahal, lanjut dia, banyak ikan bisa didapatkan, ketika ada bantuan kapal diberikan pemerintah.

“Beberapa kali kami mengusulkan kepada dinas agar membantu kapal, namun sampai sekarang belum direalisasikan,” katanya.

Jika ada bantuan kapal, menurut dia, akan memberikan semangat bagi kelompok untuk terus menjaring di perairan Merauke sekaligus mendapatkan ikan dalam jumlah banyak.

“Kita mempunyai potensi ikan sangat banyak. Hanya masih dibatasi kekurangan peralatan untuk melakukan pencairan ikan di laut Arafura dan sekitarnya,” ungkapnya.

Dia berharap pemerintah dapat merespons apa yang diinginkan masyarakat yang nota bene adalah orang asli Papua ini. Karena manfaatnya telah dirasakan dari pengolahan ikan sekaligus dijual.

Khusus peralatan mengola ikan, katanya, sejauh ini tak ada kendala, termasuk freezer yang diberikan  pemerintah menampung ikan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, yang dimintai komentarnya, mengatakan langkah yang dilakukan masyarakat OAP di Kampung Tomer harusnya direspons sungguh-sungguh oleh pemerintah setempat.

“Kita tahu bersama bahwa salah satu potensi paling beras di Merauke adalah ikan. Olehnya, ketika masyarakat ingin mengolanya, harus dilakukan pendampingan melekat oleh dinas terkait,” pintanya.

“Kalau masyarakat meminta bantuan alat tangkap, saya kira perlu diprioritaskan oleh dinas terkait untuk dianggarkan. Maksudnya agar mereka juga terpacu  terus melaut mencari ikan sekaligus diolah dan dijual,” kata Sirfefa. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top