Follow our news chanel

Objek wisata dibenahi sambut PON 2020

Objek wisata Pantai Hamadi – Jubi/Ramah
Objek wisata dibenahi sambut PON 2020 1 i Papua
Objek wisata Pantai Hamadi – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Dinas Pariwisata Kota Jayapura membenahi objek wisata beserta hotel dan restoran untuk menyambut PON 2020. Pembenahan termasuk membuat regulasi.

Dinas Pariwisata Kota Jayapura akan membenahi sektor pariwisata menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020. Pembenahan dilakukan karena selama ini terutama objek wisata belum dibenahi dengan maksimal.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias B. Mano, mengatakan pengembangan dan penataan objek wisata yang terletak di lima distrik tersebut agar nyaman dikunjungi wisatawan.

Kota Jayapura memiliki objek wisata alam, religi, dan sejarah seperti Pantai Hamadi, Pantai Dok 2, Pantai Base-G, Pantai Holtekamp, Tugu Pendaratan Tentara Jepang, dan lainnya.

“Itu menjadi fokus yang perlu ditata kembali dan diatur seluruh infrastrukturnya, termasuk restoran dan perhotelan,” kata Matias di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis, 1 Agustus 2019.

Selain pengembangan dan penataan kawasan wisata, Dispar juga ikut menata infrastruktur dan kebersihan di Kota Jayapura. Kota harus bersih dan rapi agar pengunjung nyaman.

Loading...
;

Mano mengatakan digelarnya berbagai kegiatan di Jayapura ikut mempromosikan potensi wisata di Kota Jayapura. Jika pengunjung datang akan berdampak kepada peningkatan ekonomi pengelola objek wisata.

“Apabila dieksplorasi dengan baik tentunya akan banyak membawa keuntungan dan manfaat bagi masyarakat di Kota Jayapura,” katanya.

Menurut Mano pengembangan dan penataan kawasan wisata juga harus didukung oleh masyarakat dari berbagai elemen di Kota Jayapura.

“Dengan memperhatikan keadaan dan perubahan pembangunan pariwisata sangat diperlukan strategi agar pengembangan dan penataan kawasan wisata dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Dispar, katanya, terus berupaya mengubah mindset (pola pikir) agar tidak berpikir hanya mendapatkan uang (konsumtif), tapi juga produktif.

“Jadi, harus buka rumah makan, menjual souvenir, jual anyaman rambut di pantai sehingga tidak harus duduk minta uang,” katanya.

Dengan cara seperti itu masyarakat pengelola kawasan pantai dapat meningkatkan perekonomiannya.

“Memang sangat berat dilaksanakan, tapi harus dilakukan kalau ingin banyak orang yang datang ke pantai,” katanya.

Pemerintah Kota Jayapura, tambahnya, siap memberikan pelatihan dan pendampingan agar masyarakat bisa mandiri. Masyarakat diajak melestarikan budaya tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah.

“Mari kita saling bekerja sama untuk meningkatkan potensi wisata dan menjadikan Kota Jayapura sebagai destinasi wisata,” ujarnya.

Menjelang PON Papua Dispar juga mempersiapkan peta kawasan wisata.

Peta menampilkan objek wisata dan budaya serta infomasi setiap objek wisata sehingga dikenal luas dan memudahkan pengunjunng menuju lokasi.

Sektor pariwisata Kota Jayapura akan dibenahi lagi karena ada spot wisata baru yang disiapkan oleh masyarakat yang harus dimasukkan ke dalam peta wisata.

Peta wisata akan diatur melalui perda bisa bisa membantu biro perjalanan yang tergabung dalam ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia).

Dalam mengelola kawasan wisata, kata Mano, Pemko Jayapura selalu berkomunikasi dengan pemilik hak ulayat sehingga sama-sama mendapatkan manfaat dan terkelola dengan baik.

“Kami perkuat dengan Peraturan Wali Kota untuk pengelolaan kawasan wisata di Kota Jayapura,” katanya.

Selama ini, kata Matias Mano, kawasan wisata belum terkelola dengan baik karena produk hukumnya belum ada. Beberapa produk hukum terkait juga direvisi agar sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Peraturan dibuat dengan melibatkan instansi dan pihak terkait. Ia mencontohkan dalam peraturan wali kota terdapat menataan objek wisata di lima distrik.

Selain itu, menyambut PON 2020 juga dilakukan standarisasi pelayanan hotel dan restoran. Di antaranya terkait keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan sanitasi yang higienis bagi pengunjung.

“Saya sudah melakukan pertemuan dengan persatuan hotel dan restoran agar melakukan standarisasi hotel dan restoran,” katanya.

Menurut Matias Mano, standarisasi hotel dan restoran melalui lembaga sertifikasi usaha untuk mendapatkan standar pelayanan usaha agar PON 2020 khususnya di Kota Jayapura layak digunakan sesuai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan.

Selain itu ia juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada investor untuk membangun hotel dan restoran baru.

“Sehingga sarana dan prasarana memadai dan terpenuhi untuk pelaksanaan PON 2020, karena atlet dan official yang datang sangat banyak, sedangkan hotel sekarang baru 68 dan restoran 90, ketersediaa kamar hotel perlu ditambah,” katanya.

Fasilitas hotel, sistem pengelolan, dan moto pelayanan juga perlu ditingkatkan.

“Target kami akhir 2019 sudah melakukan standarisasi seluruh sarana dan prasarana yang ada di hotel dan restoran sehingga 2020 siap digunakan, kami juga berkoordinasi dengan PB PON Papua untuk meminta petunjuk lebih lanjut,” ujarnya.

Executive Assistant Manager Grand Abe Hotel Jayapura, Carya, mengaku pendataan sudah dilakukan Dinas Pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, dan PHRI Papua.

“Kami jelas menyambut baik standarisasi yang dilakukan, apalagi sebagai tuan rumah PON agar tidak bermasalah sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman,” katanya.

Pengelola wisata di Pantai Hamadi, Yusak Hamadi, mengatakan siap mendukung pelaksanaan PON di Papua, karena dapat meningkatkan kunjungan ke pantai tersebut sehingga meningkatkan pendapatannya.

“Kami sudah melakukan kerja sama dengan pemerintah dalam pengelolaan pantai, kami berharap yang terbaik, tentunya ini sangat bagus untuk kami,” ujarnya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top