Obor api PON Papua buatan dalam negeri, tahan 3 jam dan anti hujan

Obor api PON Papua
Ilustrasi obor - Jubi/Google

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Persiapan kirab api Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sudah dilakukan oleh Bidang Upacara PB PON, mulai dari agenda pengambilan api abadi hingga rute kirab dan seremonialnya. Namun yang menarik, obor yang akan digunakan punya keunikan tersendiri.

Obor api PON XX merupakan buatan dalam negeri, dibuat dengan berbahan dasar kayu bercampur material lainnya dan berbentuk tifa. Beratnya sekitar 1,7 kilogram.

Wakil Ketua Bidang Upacara PB PON, Umar Reliubun, mengatakan obor yang akan digunakan untuk api PON XX Papua sedikit berbeda dengan perhelatan PON sebelumnya.

Obor PON XX itu disebut mempunyai sejumlah kelebihan dibandingkan dengan obor-obor PON terdahulu. Meski dibuat di dalam negeri, namun ketahanan obor PON XX itu sudah sangat memenuhi standar.

Saat diujicoba, obor tersebut bisa bertahan selama 2 hingga 3 jam dan di tengah cuaca hujan dengan intensitas rendah hingga sedang.

“Berapa minggu lalu prototipe obornya sudah selesai dan sudah diujicoba dengan lari biasa dan menggunakan kendaraan sejauh 60 km, apinya tidak padam, bahkan mereka sudah ujicoba menggunakan shower tapi apinya tetap tahan juga. Dalam intensitas hujan gerimis dan menengah juga masih bisa tahan. Sekitar 2 sampai 3 jam apinya bisa bertahan, dan bisa di stel juga apinya,” ujar Reliubun kepada wartawan termasuk Jubi, baru-baru ini.

Ia memastikan jika ketahanan obor api PON XX Papua yang buatan lokal ini melebihi buatan obor yang diimpor dari China dan Australia.

Loading...
;

“Obornya punya keunikan karena biasanya iven-iven olahraga sebelumnya itu obornya diimpor dari Australia atau China yang selama ini menjadi penyedia. Tapi sejak di PON Jawa Barat itu kita sudah menggunakan produk dalam negeri hasil karya anak bangsa. Bahkan kalau kita mau bandingkan daya tahannya lebih tahan lama yang buatan lokal. Kalau yang impor hanya bertahan paling lama setengah jam harus ganti,” bebernya.

Ia menjelaskan api PON XX Papua akan diambil di Sorong lalu akan dikirab menyinggahi kabupaten dan kota perwakilan lima wilayah adat.

“Apinya diambil di Sorong pada tanggal 26 September, berubah dari rencana awal yang akan diambil di Bintuni. Pengambilannya juga akan dilakukan prosesi adat. Dari Sorong, api PON akan dikirab mulai dari Biak yang mewakili wilayah adat Saireri pada 27 September, lalu ke wilayah adat Meepago tanggal 28 September, Wamena yang mewakili Lapago tanggal 29 September, Merauke wakil Anim Ha tanggal 30 September, dan terakhir di Kabupaten dan Kota Jayapura yang mewakili Tabi pada 1 Oktober,” jelas Reliubun.

Tempat pengambilan api PON di Sorong juga mempunyai sejarah menarik dan merupakan peninggalan Belanda.

“Di Bintuni itu prosesnya panjang, terutama masalah administrasi karena harus pemberitahuannya dikirim ke pemilik LNG, karena mereka tidak berdomisili di Indonesia tapi ada di Inggris. Akhirnya kami dengan tim melakukan survei ulang ternyata di Sorong juga ada dan sumbernya itu dia sudah ada lama dan lebih dulu diketahui dari Bintuni. Itu peninggalan Belanda,” terangnya.

Api PON akan dikirab oleh anggota TNI Polri dan sejumlah atlet legendaris sebanyak 60 orang. Khusus di Kabupaten Jayapura, kirab api PON akan dilakukan di danau dan jalur darat.

Baca juga: Sub PB PON Kota Jayapura sarankan kirab api PON libatkan masyarakat adat

Sebelumnya, Ketua Sub PB PON Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, minta kepada vendor atau pihak ketiga yang menangani kirab api PON XX Papua dapat melibatkan masyarakat adat ketika melintasi klaster Kota Jayapura.

“Kami sarankan kepada vendor yang sudah ditunjuk PB PON pada saat pelaksanaan kirab api PON yang melintasi kluster Kota Jayapura melibatkan masyarakat adat karena melintas beberapa tempat, diinapkan di Kantor Walikota, dan disambut tarian adat Kampung Tobati dan Enggros serta disambut 10 ondoafi maupun ketua paguyuban,” kata Tomi Mano.

Klaster Kota Jayapura juga mulai menyiapkan seremoni kirab api Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang dijadwalkan akan digelar mulai 1 Oktober mendatang dengan mengelilingi  Kota Jayapura. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top