Follow our news chanel

Previous
Next

ODP di Papua turun drastis

Ilustrasi grafis penyebaran covid-19 di Provinsi Papua – Jubi/Istimewa.
ODP di Papua turun drastis 1 i Papua
Ilustrasi grafis penyebaran covid-19 di Provinsi Papua – Jubi/Istimewa.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi– Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule mengapresiasi kinerja dari petugas yang melakukan pemantauan secara ketat terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Papua.

Kata dia, setelah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, ribuan ODP dinyatakan tidak memiliki gejala covid-19.

“Hari ini kami patut mengucapkan syukur karena ada penurunan ODP sebanyak 2.354 yang telah melewati masa karantina selama 14 hari tanpa ada gejala yang mengarah pada covid-19,” kata Silwanus kepada wartawan dalam teleconfrence, Senin (6/4/2020) malam.

Menurut Silwanus, dengan pengurangan itu, jumlah ODP saat ini menyisakan 3.498, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 45 orang, positif covid-19 kumulatif sebanyak 26 orang dan positif dalam pemantauan ada 19 orang.

“Yang mengalami penurunan hari ini hanya pada ODP. Namun, tim surveilans masih tetap melakukan pemantauan kepada 2.354 orang tersebut, apabila ada gejala dikemudian hari, akan tetap dilakukan tindakan. Jadi, bukan berarti sehat setelah masa isolasi mandiri terus bebas berkeliaran. Tetap masih dalam pengawasan tim surveilans,” ujarnya.

Silwanus mengatakan, pihaknya masih tetap melakukan pemantauan secara intensif terhadap empat kabupaten kota yang saat ini masih tinggi ODP-nya yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Loading...
;

“Apalagi ada tiga pasien yang saat ini sudah menggunakan alat bantu pernapasan. Tiga pasien itu ada di Kota Jayapura dua orang dan satunya di Kabupaten Mimika,” katanya.

Disinggung soal permintaan Rapit Test dari Kabupaten Merauke, Silwanus mengatakan pihaknya baru saja mendapatkan kiriman dari Kemenkes sebanyak 725 Rapid Test dari permintaan awal sebanyak 800 Rapid Test.

“Akan kami usahakan untuk dikirim ke Kabupaten Merauke, mungkin besok sudah bisa dikirim menggunakan jasa penerbangan AMA, MAF, atau Yajasi. Tinggal dikoordinasikan saja menggunakan jasa penerbangan yang mana, karena khusus untuk penerbangan di Papua masih terjadi kendala. Tapi untuk tiga perusahaan misi tersebut bisa kami gunakan untuk melakukan distribusi Alkes maupun APD ke kabupaten lain,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top