Follow our news chanel

Oknum TNI diduga jual amunisi, Ruben Magai: Itu lagu lama

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Jayapura, Jubi – Ketua Komisi I DPR Papua bidang keamanan, politik, hukum dan HAM, Ruben Magai mengatakan, dugaan ada oknum TNI di Kabupaten Mimika, Papua menjual amunisi seperti hasil investigasi Komnas HAM perwakilan Papua bukan hal baru. Kasus serupa sudah beberapa kali terjadi di Papua.

"Itu lagu lama. Beberapa waktu lalu kan ada beberapa yang ditangkap (oknum TNI) dalam kasus serupa. Diproses hukum di Mahkamah Militer Jayapura, dan sanksinya pemecatan," kata Magai, Senin (15/10/2018).

Magai menyebut itu sama saja pagar makan tanaman atau oknum yang mestinya ditugaskan menjaga keamanan dan wilayah NKRI, justru berupaya merusaknya.

Katanya, ini merupakan salah satu tugas Mayjen TNI Yoshua Pandit Sembiring, yang baru beberapa hari menjabat Pangdam XVII Cenderawasih menggantikan pejabat sebelumnya, Mayjen TNI George  E Supit.

"Harus diungkap siapa oknum itu, siapa saja jaringannya, dari mana asal amunisi itu, dan sudah berapa lama dia melakukan penjualan amunisi. Publik sudah bosan dengan kondisi ini," ujarnya.

Jika mereka yang mestinya menjaga keamanan dan kesatuan NKRI justru berani menjual amunisi dan senjata ilegal lanjut Magai, mereka itulah sebenarnya yang separatis.

Loading...
;

"Oknum yang seperti inilah yang justru menciptakan konflik. Saya pikir Pangdam yang baru harus memperhatikan hal itu," ucapnya.

Kepala kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, hasil investigasi yang dilakukan pihaknya diduga ada oknum TNI di Mimika berinisial AY terlibat penjualan amunisi ilegal.

Menurutnya, hasil investigasi pihaknya tersebut telah dilaporkan kepada Mayjen Mayjen TNI George  E Supit, saat yang bersangkutan masih menjabat Pangdam XVII Cenderawasih.

"Oknum itu harus ditangkap, karena jika dibiarkan akan mengancam keselamatan warga sipil, juga penyelenggara negara sendiri," kata Frits Ramadey.

Komnas HAM perwakilan Papua juga meminta Kodam XVII Cenderawasih memperketat pengawasan penggunaan senjata dan amunisi yang ada pada prajuritnya.

"Setiap penggunaan senjata dan amunisi harus jelas peruntukkannya," ujarnya.

Beberapa hari sebelum diganti sebagai Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI George  E Supit membenarkan adanya oknum TNI yang diduga menjual amunisi ilegal. "AY adalah anggota Batalyon Timika. Kini sudah melarikan diri dari satuan, sebelum sempat diperiksa. Tentu yang bersangkutan harus dipecat, karena satu amunisi saja berat, apalagi jika dalam jumlah banyak," kata Mayjen TNI George  E Supit, pekan lalu. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top