Oksigen rumah sakit ini kembali menipis, sedang didatangkan dari luar daerah

Oksigen tabung, Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yogyakarta, Jubi – Persediaan oksigen medis Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito, Sleman, Yogyakarta hari ini, Sabtu (10/7/2021) dilaporkan kembali menipis. Pasokan oksigen tambahan saat ini sedang didatangkan dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Iya (menipis). Tapi sudah mau diisi lagi kok ini. Ini baru berjalan dari arah Jawa Barat dan dari Jawa Timur. Ada satu yang sudah sampai Solo,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Oksigen Yogyakarta Tri Saktiyana.

Baca juga :  Krisis oksigen, Menteri Luhut minta oksigen industri dikonversi untuk medis

Persediaan menipis, warga Jakarta antre isi ulang tabung oksigen

 

Menurut Tri, pasokan oksigen tambahan dari Jawa Barat sebanyak 20 ton dan rencananya masih akan dibagi ke 10 rumah sakit di DIY. RSUP dr Sardjito sendiri menerima jatah sekitar 2 hingga 3 ton, sedangkan dari Jawa Timur, belum diketahui jumlahnya.  Ia memperkirakan alokasi minimal 2 ton untuk RSUP dr. Sardjito.

Loading...
;

“Mudah-mudahan bisa cepat sampainya tapi yang di Solo juga masih ngisi-ngisi (rumah sakit) di Solo sebentar,” kata Tri menambahkan.

Tri menyebut saat ini berbagai rumah sakit di Pulau Jawa telah membangun jejaring demi mengantisipasi masalah kelangkaan lewat sistem  informasi Online. Ruma sakit diminta melaporkan ketersediaan masing-masing oksigen setiap harinya sebelum pukul 12.00 WIB.

“Dari data terpetakan mana yang mau habis katakanlah lebih dari 3 hari, kurang dari 3 hari dan seterusnya,” kata Tri menjelaskan.

Satgas Covid-19 DIY juga berupaya mencarikan sumber atau pemasok oksigen dari segala penjuru melalui kontrak kerja yang sifatnya bisnis-ke-bisnis. “Kemudian kalau ada semacam CSR atau tanggung jawab sosial dari BUMN diarahkan ke rumah sakit yang sedang kritis gitu.

Humas RSUP dr Sardjito belum memberikan pernyataan soal pasokan oksigen yang mulai menipis ini.

Sebelumnya ada 33 pasien RSUP dr Sardjito meninggal karena kehabisan oksigen pada Sabtu (2/7/2021) dan Minggu (3/7/2021) pekan lalu. Sejumlah pihak menyebut korban tewas bahkan lebih banyak lagi yakni 63 orang pasien. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top