HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Olahragawan Papua peduli warga terdampak Covid-19

Para atlet PABBSI Papua mengangkat sejumlah bahan pangan untuk dibagikan kepada para janda di Kampung Harapan Sentani – Jubi/Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepedulian sosial mendorong olahragawan Papua yaitu para atlet, pelatih dan official PON bersama KONI Papua ikut meringankan beban warga yang terdampak Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih melanda dunia, Indonesia hingga di tanah Papua.

Kepedulian olahragawan Papua itu membantu kebutuhan sembilan bahan pokok atau sembako kepada keluarga mantan atlet dan warga tidak mampu di kota/kabupaten Jayapura.

“Bantuan ini murni dari sumbangan pengurus KONI, atlet, official dan pelatih. Hak-hak mereka kita potong. Kemudian itu yang kita kumpul dan kita beli bahan makanan, ini rasa kepedulian kita sebagai masyarakat olahraga,” kata Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya kepada jurnalis saat penyerahan bantuan bagi para janda/duda di gedung Gereja Kristen Injili Filadelfia Nolokla, Jumat (22/5/2020).

Kenius Kogoya bilang bantuan bahan pangan ini tak serta merta menjamin kelangsungan hidup masyarakat selama masa Pandemi Covid-19. Mereka berharap apa yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat.

Loading...
;

“Kalau dilihat, bantuan ini tidak sebesar dengan apa yang diberikan oleh pemerintah. Tapi jangan dilihat besar kecilnya, karena ini merupakan rasa peduli kami, semoga ini bisa bermanfaat,” kata Kenius Kogoya.

Momentum ini, Kogoya minta dukungan para mama-mama di Kampung Harapan, merestui para atlet Papua yang tampil di PON XX tahun depan.

“Kami meminta mama-mama yang ada disini [Kampung Harapan] memberikan dukungan kepada atlet kita untuk bisa berprestasi. Kita bangga punya stadion Papua Bangkit, terimakasih kepada pak Ondo dan masyarakat sudah memberikan lokasi untuk pembangunan Stadion Papua Bangkit,” ujarnya.

Baca juga  Tahir: Kemenangan Persipura ini untuk Luci

Mewakili masyarakat adat Kampung Asei, Ondoafi Yoram Ohee mengapresiasi dan berterima kasih buat kepedualian masyarakat olahraga Papua terhadap warga di Kampung Harapan.

“Dampak dari virus ini mempengaruhi semua pihak termasuk masyarakat di kampung Harapan, apalagi bantuan ini diberikan kepada ibu-ibu janda sekitar stadion utama PON Papua, terima kasih banyak kepada para atlet, pelatih dan pengurus KONI Papua,” ujarnya.

“Biarlah kebaikan ini dibalas oleh Tuhan yang punya kehidupan ini,” kata Yoram Ohee.

Ketua Jemaat GKI Filadelfia Nolokla, Pendeta Hosea Taudufu, S.Th mengajak warga memanjatkan puji dan syukur, atas wujud kepedulian dari para atlet, pelatih, official berserta pengurus dan staf KONI Papua.

“Ini anugrah Tuhan ditengah Pandemi Covid-19. Saya mewakili semua jemaat, ucapkan terima kasih kepada bapa Sekum KONI dan seluruh penyelenggara PON XX untuk terus menyiapkan pelaksanaan PON, bisa terselenggara dengan baik,” kata pendeta Hosea Taudufu.

“Masyarakat Kampung Harapan dan sekitarnya, kami siap untuk memberikan dukungan susksesnya pon PON XX/2021,” kata Taudufu.

Taudufu menyampaikan PON adalah anugerah dan mengajak mama-mama berpartisipasi mengembangkan apa yang bisa dikerjakan agar mendapatkan manfaat dari pelaksanaan PON. Warga gereja turut memberikan dukungan doa,  PON di Papua berlangsung lancar dan sukses.

“Terimakasih kepada atlet, pelatih dan official, sudah memberikan sumbangsih untuk masyarakat yang berdampak covid-19, biar nanti Tuhan yang balas semuanya,” kata pendeta Taudufu.

Bantuan bahan pangan yang dibagikan berupa beras, mie instan, gula, minyak goreng, telur dan kebutuhan pangan pokok lainnya. Selain itu masker dan hand sanitizer juga diberikan kepada masyarakat. (*)

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa