Follow our news chanel

Olce Rumaropen, Srikandi Voli kebanggaan Papua Itu telah pergi

papua-olcerumaropen-bolavoli-obituari
Legenda bola voli putri Indonesia asal Papua, Olce Rumaropen (paling kiri) / google

 

Papua No.1 News Portal

Jayapura, Jubi – Dunia bola voli Indonesia berduka. Salah seorang legendanya baru saja tutup usia. Olce Rumaropen, Srikandi bola voli putri asal Papua meninggal dunia pada Selasa (17/11/20) di Jakarta dalam usia 66 tahun. Olce meninggalkan seorang anak perempuan bersama menantu dengan tiga cucu dan 4 keponakan. Dia meninggalkan sejarah yang tertulis indah dalam perbola volian Indonesia.

Olce, satu dari banyaknya figur olahraga yang lahir dari Tanah Papua. Ada sebuah kebanggaan yang pernah ia torehkan untuk mengangkat harkat dan martabat Irian Jaya (Papua di masa lalu) di dunia olahraga pada dekade 80-an.

Namanya mungkin tak setenar pesepakbola asal Papua, Rully Nere atau Adolf Kabo di masa silam. Tapi di dunia olahraga Indonesia, Olce Rumaropen adalah legenda yang pantas dikenang dan punya tempat.

Olce  lahir di Biak pada 3 Oktober 1954. Dia  mengawali karier bola volinya di Makassar, Sulawesi Selatan tahun 70-an. Namanya melambung di sana. Ia lantas masuk dalam skuad tim nasional bola voli putri Indonesia untuk pertama kalinya pada 1979 di ajang Sea Games di Jakarta.

Meski gagal menyumbangkan medali emas, Olce menjelma menjadi salah satu punggawa baru di Timnas boli voli putri Indonesia. Kala itu, Olce dan kolega mendapatkan medali perak setelah kalah dari tim Filipina.

Empat tahun setelahnya, perempuan tangguh asal Kepulauan Biak, Papua ini ditunjuk sebagai Kapten Timnas bola voli putri Indonesia. Kepemimpinannya di atas lapangan sukses mengantarkan Indonesia ke partai final di Sea Games 1983 di Singapura ketika itu.

Loading...
;

Yang menakjubkan, Olce dan rekan-rekannya berhasil membawa pulang medali emas setelah mengalahkan tim kuat, Filipina dengan skor 3-2. Perolehan medali emas tersebut menjadi yang terakhir kalinya yang diraih oleh Timnas bola voli putri Indonesia di ajang olahraga akbar Asia Tenggara itu.

Usai memutuskan pensiun, Olce memutuskan menetap di Jakarta, karena tak bisa meninggalkan profesinya sebagai seorang karyawan Bank Indonesia, hingga menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta.

Sosok yang menginspirasi

Semasa menjadi pemain, Kartika Monim masih mengingat dengan jelas sosok Olce Rumaropen. Dua Srikandi voli putri Indonesia asli Papua ini tergabung dalam skuad timnas Sea Games Singapura 1983.

Kartika masih jadi anak baru saat bergabung di Timnas Indonesia ketika itu, dengan status pemain cadangan. Mendiang Olce Rumaropen yang menyuntikkan motivasi hingga Kartika bisa menembus skuad utama.

“Saya bergabung mulai tahun 1983 di Timnas, saya waktu itu dari tim PON Papua yang ke Timnas. Waktu itu Kakak Olce sudah jadi pemain Timnas lebih dulu dari Sulsel. Dia sudah jadi Kapten Timnas. Saya baru yang pertama dari Papua. Saya masuk ke Timnas waktu itu tidak punya rekan. Meski sudah punya keahlian, tapi saya tidak bisa masuk ke tim inti, tapi karena Kakak Olce saya bisa berkembang, dia yang jadi motivator saya,” kenang Kartika saat dihubungi Jubi, Kamis (19/11/20).

Baginya, Olce tak hanya menjadi motivator, tapi juga sosok kakak yang selalu menginspirasi pemain muda. Meski mewakili Sulsel di Timnas Indonesia, namun kata Kartika, mendiang Olce sangat menjunjung tinggi tanah leluhurnya, Papua.

“Kakak Olce tidak hanya sebagai kakak, dia sudah seperti pelatih bagi saya baik di dalam lapangan maupun di penampungan. Kalau ada kekurangan saya, di selalu beri masukan. Dia sangat dihargai oleh rekan setim. Dia memang wakili Sulsel. Tapi nama Papua selalu dia junjung tinggi. Dari saya kecil saya sudah terinspirasi dengan beliau. Doa saya pun terkabul bisa bermain bersama Kakak Olce. Dia sosok yang menginspirasi dan selalu memberikan motivasi kepada atlet asal Papua, bukan atlet voli saja,” tutur Kartika.

Roy Letlora, Ketua bidang pembinaan prestasi Persatuan Bola Voli Se-Indonesia (PBVSI) Papua juga mengenang sosok Olce Rumaropen sebagai salah seorang legenda yang layak dihormati.Dirinya mengaku, sampai saat ini belum ada yang bisa menyamai prestasi yang ditorehkan oleh mendiang Olce Rumaropen.

“Kakak Olce Rumaropen itu salah satu legenda terbaik voli putri Papua dan Indonesia yang pernah ada. Karena sampai sekarang susah mencari pemain sekaliber Kakak Olce di Indonesia. Untuk voli indoor sampai sekarang belum ada yang menyamai prestasi Kakak Olce. Kami berharap ke depan akan muncul Olce Rumaropen baru yang bisa mengharumkan nama Tanah Papua dan bangsa Indonesia dikancah perbola-volian internasional,” ujar Roy.

Sampai saat ini, Timnas voli Indonesia belum pernah kesampaian menggondol medali emas Sea Games, sejak terakhir kalinya diraih oleh Olce Rumaropen dan kolega pada Sea Games 1983. (CR4)

Editor: Syam Terrajana

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top