HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Omzet pedagang di Kota Jayapura menurun akibat relaksasi jaga jarak

Pedagang komoditas pertanian di Pasar Hamadi sedang melayani pembeli - Jubi/Ramah

| Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Berbagai upaya sudah ditempuh pemerintah daerah di Papua untuk menekan laju pertumbuhan virus korona, mulai dari social distancing atau jaga jarak fisik, Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat hingga tes massal.

Terbaru, pemerintah daerah memberikan relaksasi sosial distancing salah satunya dengan kelonggaran waktu beraktivitas bagi warga yang dimulai dari jam 6 pagi hingga jam 5 sore.

Omzet pedagang di Kota Jayapura menurun akibat relaksasi jaga jarak 1 i Papua

Namun, baru diberlakukan dua hari, relaksasi sosial distancing berdampak pada omzet pedagang di pasar tradisional. Satu di antara pedagang komoditas pertanian di Pasar Hamadi yang terdampak adalah Musdalifa.

Musdalifa mengaku, setelah diberlakukannya pembatasan waktu beraktivitas di pasar sampai jam 2 siang, omzetnya turun drastis akibat sepi pembeli dari biasanya  bila dalam hari normal ia bisa meraup Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

“Dua hari ini sudah ada pembeli, mulai normal. Satu hari saya bisa laku antara Rp 1 juta bahkan lebih. Kalau sebelumnya (jualan sampai jam 2 siang) saya hanya bisa laku paling banyak Rp 700 ribu,” ujar Musdalifa di Pasar Hamadi, Sabtu (6/6/2020).

Dikatakan Musdalifa, selama pandemi korona di Kota Jayapura, barang dagangannya banyak yang dibuang (jualan di pasar) karena busuk akibat sepi pembeli. Bahkan dijual murah asal modal bisa kembali.

Loading...
;

“Saya juga jualan di rumah supaya bisa dapat uang. Kalau tidak begitu saya bisa rugi banyak. Saya pakai masker dan handsanitizer, protokol kesehatan seperti yang diperintahkan pemerintah saya lakukan, supaya saya tidak kena virus korona,” ujar Musdalifa.

Musdalifa menambahkan, harga sejumlah komoditas pertanian masih normal belum ada kenaikan signifikan. Lombok kecil misalnya, sekilo dijual Rp 60 ribu, lombok padang Rp 40 ribu, bungan kol Rp 35 ribu, kentang Rp 25 ribu, wortel Rp 35 ribu, bawang merah dan bawang putih Rp 50 ribu, tomat Rp 15 ribu, buncis Rp 25 ribu.

Senada Musdalifa, pedagang penjual telur ayam di Pasar Hamadi, Irfan, mengaku aktivitas pasar mulai stabil meski sebagian pedagang belum semuanya masuk berjualan ke dalam pasar.

Namun, pembeli khususnya telur ayam mulai ramai sejak diterapkannya relaksasi sosial distancing. Bila dalam sehari telur hanya bisa terjual paling banyak tiga ikat (satu ikat enam rak), dua hari ini ia bisa menjual hingga 10 rak.

“Protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak fisik dengan pembeli tetap kami lakukan. Saya bersyukur bisa jualan sampai jam 5 sore, kalau sampai jam 2 siang tidak banyak pembeli,” ujar Irfan.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan perpanjangan social distancing untuk menghidupkan kembali aktivitas perekonomian salah satunya di pasar tradisional, namun tetap dengan mengutamakan protokol kesehatan.

“Ikuti semua aturan pemerintah, jangan kepala batu. Kepada semua warga khususnya pedagang harus kerja sama supaya memutus penyebaran Covid-19 demi kesehatan kita semua. Tetap laksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker, sarung tangan, menjaga jarak fisik, cuci tangan pakai sabun, dan selalu menyediakan handsanitizer,” ujar Tomi Mano. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa