TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Otsus Papua disebut demi kepentingan Jakarta

Papua
Ilustrasi demonstrasi Papua Merdeka - IST

Papua No.1 News Portal | Jubi

Enarotali, Jubi – Orang Asli Papua (OAP) sadar betul bahwa mereka sudah lama ditindas dan dijajah oleh bangsa Indonesia. Dalam bingkai Indonesia tidak sedikit rakyat Papua yang telah menjadi korban. Puncak pembohongan negara terhadap rakyat Papua adalah dengan memberlakukan Undang-undang Otonomi Khusus (Otsus) No 21 tahun 2001 yang berakhir pada 2021.

Hal di atas ditegaskan Marius Goo, salah satu alumni STFT Fajar Timur Abepura yang kesehariannya bergumul dengan masalah sosial dan budaya Papua di Meepago. Ia mengatakan dengan melihat realitas kegagalan Otsus, OAP telah berseru Undang-undang Otsus dibuat untuk kepentingan Jakarta sendiri.

“Alasan dikatakan Otsus untuk Jakarta, karena pertama Jakarta berkembang lebih maju dari Papua. Orang asli Papua menilai bahwa Undang-undang diberlakukan untuk Papua namun semua dana dan pembangunan untuk Jakarta. Artinya, Papua hanya menjadi pelampiasan atau penipuan, supaya niat Papua untuk merdeka dibungkam. Otsus sebatas Undang-undang yang dikeluarkan untuk Jakarta dan pembungkaman politik bangsa Papua. Dengan dalil Otsus, Jakarta memenangkan status politik Papua Barat,” katanya kepada Jubi, Selasa (16/2/2021).

Hal kedua, menurut Goo, Jakarta melanjutkan Otsus untuk Jakarta bukan untuk Papua. Di mana melihat realitas pemberlakuan Otsus selama 20 tahun berlalu, rakyat Papua menyadari dan mengetahui bahwa Otsus dilanjutkan untuk Jakarta sendiri. Otsus dikatakan diberikan untuk Papua, namun pada kenyataannya untuk membangun Jakarta lebih maju, sekaligus Papua menjadi lebih termarginalkan.

“Jadi Otsus dilanjutkan untuk membodohi, menjajah dan menindas rakyat Papua. Otsus tidak lain adalah ‘rasisme’ terselubung dan halus namun berdampak buruk pada kemanusiaan rakyat asli Papua. Dengan alasan tersebut, rakyat Papua meminta kemerdekaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Wilayah (DAW) Meepago, Oktopianus Marko Pekei mengatakan, bagi rakyat Papua pemberlakuan Otus tidak sesuai hati nurani. Bahkan sangat bertentangan dengan keinginan rakyat Papua. Di mana rakyat Papua telah melihat dan mengalami sendiri bahwa Otsus memang sudah gagal total.

Menurut Pekei, kegagalan Otsus sudah dibuktikan dengan penelitian-penelitian ilmiah oleh Natalis Pigai (Mantan Anggota Komnas HAM RI), juga situasi riil di Papua. Dari kenyataan di lapangan, rakyat Papua menemukan bahwa semua bidang kehidupan manusia Papua menjadi yang paling terbelakang.

“Bahkan di era Otsus, hak-hak rakyat asli Papua dikorbankan, termasuk puluhan ribu manusia Papua meninggal. Sepanjang 20 tahun Otsus tidak diberlakukan sesuai dengan Undang-undang Otsus. Jakarta telah merumuskan Undang-undang Otsus secara sempurna, namun dalam implementasinya tidak sesuai denga isi undang-undang. Dalam bahasa orang Papua ‘orang Jakarta tulis lain, buat lain’. Orang Jakarta memperlakukan Papua tidak sesuai dengan Undang-undang Otsus,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, biarkan Jakarta menjadi wilayah khusus untuk pemberlakuan Otsus, alihkan Otsus Papua ke Jakarta. “Sebaliknya berikan kemerdekaan penuh untuk bangsa Papua.” (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending


Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us