HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Otsus Plus harus untuk kepentingan rakyat

Ilustrasi demo Otsus gagal - Jubi. Dok
Otsus Plus harus untuk kepentingan rakyat 1 i Papua
Ilustrasi demo Otsus gagal – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota DPRD Jayawijaya Jimy Asso mengatakan, draf Rancangan Undang-Undang atau RUU Otonomi Khusus (Otsus) Plus yang digagas Pemprov Papua, DPR Papua dan Majelis Rakyat Papua (MRP) lima tahun lalu sebagai pengganti UU nomor 21 tahun 2001 mestinya disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat Papua.

Menurutnya, masyarakat Papua, terutama orang asli Papua perlu mengetahui poin-poin penting apa saja dalam draf RUU itu. Jangan sampai masyarakat asli Papua beranggapan upaya mendorong Otsus Plus ini hanya untuk kepentingan para elite di Papua.

Otsus Plus harus untuk kepentingan rakyat 2 i Papua

Hal itu dikatakan Jimy Asso menanggapi pernyataan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua, Arnold Walilo saat konsultasi publik sembilan raperdasi/raperdasus oleh Bapemperda DPR Papua di Kota Wamena, 9 Agustus 2019.

Dalam konsultasi publik itu, Arnold Walilo menyatakan gubernur Papua, Lukas Enembe yang meminta pemerintah pusat segera mengakomodir draf RUU Otsus Plus. Hal itu disampaikan gubernur Papua karena menolak permintaan pemerintah pusat mengevaluasi dan memetakan UU di Papua selama diberlakukan, kemudian mengusulkan perubahan.

“Untuk draf RUU Otsus Plus, jika ini akan didorong kembali, mungkin perlu dilakukan konsultasi seperti ini. Jangan sampai masyarakat beranggapan itu (Otsus Plus) hanya kepentingan elite,” kata Jimmy Asso.

Menurutnya, jangankan masyarakat mungkin ada di antara para anggota DPRD kabupaten/kota di Papua yang belum tahu apa saja poin-poin utama dalam draf RUU Otsus Plus, termasuk dirinya.

Loading...
;

“Rakyat pasti tidak tahu juga apa saja isinya. Kami DPRD Jayawijaya juga tidak mengerti apa intinya,” ucapnya.

Ia juga membenarkan jika selama ini orang asli Papua belum sepenuhnya merasakan manfaat Otsus (terutama dana Otsus). Masih banyak masyarakat di kampung-kampung yang mengeluh tidak merasakan dampak langsung dana Otsus Papua.

“Betul, masyarakat belum merasakannya. Hanya dinikmati para elite. Di Papua ini mayoritas bupati orang asli Papua, tapi masyarakat belum sepenuhnya sejahtera. Makanya draf RUU Otsus Plus itu perlu disampaikan ke publik,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Bapemperda DPR Papua, Arnold Walilo mengatakan beberapa waktu lalu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Pemprov Papua melakukan evaluasi dan pemetaan terhadap pelaksanaan UU Otsus di Papua, kemudian mengusulkan perubahan.

“Akan tetapi gubernur Papua menolak melakukan evaluasi. Beliau menyatakan untuk apa lagi evaluasi tapi sebaiknya pemerintah pusat memberlakukan draf Rancangan UU Otsus Plus yang telah diserahkan ke DPR RI lima tahun lalu,” kata Arnold Walilo.

Tokoh perempuan di Kabupaten Jayawijaya, Helena Matuan menyatakan kehadiran Undang-Undang nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (UU Otsus) Papua dan pemberian dana Otsus ke Papua merupakan jawaban pemerintah pusat terhadap aspirasi “merdeka” orang asli Papua.

Akan tetapi, yang menikmati hasilnya selama ini adalah para oknum-oknum pejabat di Provinsi Papua.

“Otsus (UU dan dana Otsus), juga Majelis Rakyat Papua (MRP) ada karena teriakan merdeka masyarakat Papua. Tapi hasilnya tidak dinikmati masyarakat. Hanya pejabat-pejabat yang kenyang,” kata Helena Matuan.

Kata dia, hingga pejabat tingkat kampung (kepala kampung) dan aparatnya juga menikmati dana Otsus dan berbagai bantuan lain dari pemerintah di tingkat atas.

“Hingga kepala kampung dan aparat-aparatnya yang kenyang. Segala macam bantuan turun ke kampung. Kepala kampung kerjasama dengan tim pendamping. Pendamping pun tidak pernah ada laporan yang benar mulai dari kampung sampai kabupaten. Kalau Otsus Papua tidak berhasil, kembalikan. Itu (UU dan dana Otsus) ada karena  teriakan rakyat,” ujarnya.(*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa