Follow our news chanel

Overkapasitas, LP Biak tetap terima tahanan dari luar daerah

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Jumlah tahanan dan narapidana melebihi daya tampung di Lembaga Pemasyarakatan Biak, Biak Numfor. Daya tampung mereka yang hanya berkapasitas 120 orang, kini dijejali hingga 208 penghuni.

“Jumlah warga binaan (tahanan dan narapidana) sudah melebih kapasitas (daya tampung). Tidak ada lagi tempat untuk menampung tahanan,” kata Pelaksana tugas Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Biak Rudy Sorontow kepada Jubi melalui telepon pada Sabtu (21/3/2020).

Lantaran kondisi itu, mereka seharusnya tidak lagi menerima pengalihan tahanan atau narapidana dari luar Biak Numfor. Apalagi, saat ini terdapat terdakwa yang masih menjalani persidangan dan ditahan di kepolisian. Mereka dipastikan bakal ditampung di LP Biak Numfor apabila divonis bersalah dan harus menjalani hukuman pidana.

“Saat ini warga binaan kami ada yang tidak mendapat tempat tidur sehingga harus tidur di lantai. Kami telah menyulap bengkel kerja menjadi kamar tahanan, tetapi tidak memenuhi syarat (standar pelayanan),” jelas Sorontow.  

Walaupun mengalami overkapasitas, LP Biak Numfor masih juga menerima narapidana pindahan dari LP Wamena, Jayawijaya.  Namun, Sorontow memastikan narapidana tersebut dalam kondisi dan diterima baik oleh penghuni LP Biak.

Asisten Ombudsman Papua Melania P Kirihio meminta Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia segera mengatasi kelebihan kapasitas penghuni di LP Biak. Bagaimana pun, para tahanan dan narapidana tetap harus mendapat pelayanan prima.

Loading...
;

“Overkapasitas sebenarnya tidak hanya terjadi di LP Biak. Mengingat mewabahnya covid-19 saat ini, perlu kebijakan tertentu (khusus) guna memastikan pelayanan berjalan baik (di LP Biak),” kata Kirihio.

Dia menilai tahanan politik dari Wamena juga seharusnya tidak perlu dipindahkan ke LP Biak. Itu terkecuali dalam kondisi sangat darurat. 

“Ini (pemindahan tahanan dan narapidana politik) sepertinya menjadi pola (dijadikan alasan) untuk mencegah kerusuhan. Pada akhirnya, itu berdampak terhadap sistem peradilan yang seharusnya berjalan cepat dan berbiaya murah, serta (standar) pelayanan terhadap tahanan,” jelas Kirihio. (*)

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top