Follow our news chanel

Previous
Next

Pabrik narkoba di Bandung berada di kompleks perumahan aset pemerintah

Ilustrasi terkait kegiatan melawan penyalahgunaan narkoba. -Tempo.co
Pabrik narkoba di Bandung berada di kompleks perumahan aset pemerintah 1 i Papua
Ilustrasi terkait kegiatan melawan penyalahgunaan narkoba. -Tempo.co

Hasil dari penggeledahan BNN menemukan barang bukti pil berjumlah sekitar dua juta butir dikemas dalam 25 kotak, dua mesin pencetak pil, dan sejumlah alat-alat lainnya

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bandung, Jubi – Rumah yang digeledah karena diduga sebagai pabrik narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat di Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, berada di kompleks perumahan aset Pemerintah Kota setempat.

Empat rumah saling berhubungan yang berlokasi di perumahan bernama Kompleks Pemda itu digeledah oleh BNN pada Minggu (23/2/2020) sore.

“Kalau kita bicara tanah ini milik aset Kota Bandung yang disewakan ke masyarakat, ya tentu saja fungsinya adalah hunian masyarakat,” kata Wali Kota Bandung, Oded M Danial, senin, (24/2/2020).

Baca juga : 52 personil Basarnas Merauke ikut tes narkoba

Nama gembong narkoba Meksiko jadi branding bir

Loading...
;

Komunitas Papeda terus kampanyekan bahaya narkoba dan HIV

Dengan adanya temuan itu ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bandung agar melaporkan kegiatan apapun ke aparat kewilayahan baik pihak polsek maupun kecamatan setempat.

“Pak Camat dengan Kapolseknya termasuk dengan Babinsa ini harus solid dan bagus dalam koordinasi, sehingga ketika ada hal-hal yang disinyalir memiliki indikasi yang tidak baik dapat segera diketahui,” kata Oded menjelaskan.

Hasil dari penggeledahan BNN menemukan barang bukti pil berjumlah sekitar dua juta butir dikemas dalam 25 kotak, dua mesin pencetak pil, dan sejumlah alat-alat lainnya. Selain itu BNN menahan enam orang yang diduga berkaitan dengan pabrik narkoba tersebut.

Lurah Cisaranten Endah, Jajang Kurnia mengaku tidak mengenal sosok pemilik rumah tersebut, karena keterangan warga sekaligus ketua RT dan RW sekitar, pemilik belum pernah melapor.

“Sebetulnya pemantauan ini kan ada RT dan RW laporan dari RT memang sebenarnya kurang terpantau. Warga ini tidak lapor ke RT dan RW meskipun punya kafe, tidak ada pemberitahuan,” kata Jajang. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top