HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pakar asal PNG desak masyarakat kembali gunakan nama tradisional

Nama-nama tradisional di PNG umumnya dikenal dengan sebutan Tok Ples. - Facebook/ APEC Papua New Guinea 2018
Nama-nama tradisional di PNG umumnya dikenal dengan sebutan Tok Ples. – Facebook/ APEC Papua New Guinea 2018

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Nama-nama tradisional di Papua Nugini sangat dalam keterkaitannya dengan keluarga dan daerah, tetapi dalam beberapa tahun terakhir kecenderungan untuk memberikan anak-anak nama depan yang kebarat-baratan semakin meningkat.

Nama-nama tradisional ini umumnya dikenal dengan sebutan Tok Ples, sebuah istilah dalam bahasa pidgin yang diterjemahkan sebagai ‘pertama’ atau ‘tradisional’.

Grace Nugi, seorang ahli konservasi ekologi di Universitas Queensland menerangkan bahwa seiring waktu, generasi bergeser dari memberikan nama Tok Ples kepada anak-anak mereka, dan PNG menghadapi risiko kehilangan kearifan ekologi yang sangat berharga.

“Beberapa nama juga terikat pada spesies tertentu, seperti Burung Cendrawasih. Ini juga merupakan kearifan penting yang terkait dengan nama-nama tradisional kita,” tuturnya.

Nugi menggunakan sosial media Twitter untuk mendesak orang-orang agar kembali menggunakan nama Tok Ples, dan meminta orang-orang untuk membagikan nama tradisional dan kisah di balik nama tersebut.

Seorang perempuan lokal PNG, Chilaka Wali, merespons dengan bercerita bahwa namanya harus dibeli dari desa lain dari mana nama itu lahir.

Loading...
;

“Ketika saya lahir, orang tua saya memutuskan untuk memberi saya nama itu, tetapi orang tua saya berasal dari desa lain, dan biasanya mereka harus membayar untuk mendapatkan hak menggunakan nama itu dengan menggunakan mata uang kerang tradisional,” katanya.

Nugi mengatakan bahwa nama Tok Ples memiliki arti khusus bagi masyarakat Papua Nugini.

“Ini adalah adat yang saya harap dapat bisa kita hidupkan kembali dan orang-orang bisa banggakan, ini adalah salah satu bentuk identitas kita,” tambah Nugi. (Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa