Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pakar perubahan iklim Pasifik bertemu Dewan Keamanan PBB

Coral Pasisi. - IISD

| Papua No.1 News Portal | Jubi

New York, Jubi – Seorang pakar perubahan iklim asal Niue telah memberi penjelasan singkat kepada Dewan Keamanan PBB semalam mengenai masalah-masalah perubahan iklim yang dihadapi Pasifik.

Anggota Dewan Keamanan PBB dari Jerman ingin menerima informasi yang lebih mendalam tentang implikasi perubahan iklim pada keamanan dan konflik.

Pakar perubahan iklim Pasifik bertemu Dewan Keamanan PBB 1 i Papua

Coral Pasisi dari Niue adalah perwakilan Pasifik di jaringan pakar Keamanan Iklim, Climate Security Expert Network, dan dia berkata upaya lobi untuk membawa isu ini ke dewan tersebut perlu waktu selama sekitar satu dekade. Presentasinya adalah bagian dari debat tingkat tinggi yang melibatkan menteri-menteri dari semua anggota Dewan Keamanan.

“Fokus utamanya adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana masalah keamanan iklim mempengaruhi berbagai wilayah, dan apa yang sebenarnya dapat dilakukan Dewan Keamanan PBB untuk membantu,” jelas Pasisi.

Ia adalah salah satu dari tiga pembicara, termasuk Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, dan seorang kolonel dari Niger tentang isu kekeringan di Sahel di Afrika.

Untuk Pasifik, menurut Pasisi, membawa isu iklim ke hadapan dewan itu merupakan tantangan yang sulit karena konflik di wilayah ini relatif minim jika dibandingkan dengan bagian lain di seluruh dunia.

Loading...
;

“Ada banyak cara bagi kita untuk menghubungkan dampak perubahan iklim yang melemahkan perdamaian dan keamanan, kestabilan masyarakat, ekonomi dan negara-negara di kawasan ini,” katanya.

Ia menambahkan, tujuannya adalah untuk memusatkan perhatian Dewan Keamanan PBB pada tiga “bidang kerapuhan iklim mendesak yang menyebabkan dampak yang sedemikian besar sehingga respons keamanan akan diperlukan.”

Strategi ini mendorong adanya intervensi sebelum persoalan-persoalan ini berubah menjadi konflik.

Persoalan pertama adalah keamanan batas laut di Pasifik. Yang kedua adalah dampak dari Blue Economy, pentingnya Blue Economy sebagai penopang semua negara di kawasan ini, tetapi saya akan fokus pada dampaknya bagi migrasi ikan tuna. Permasalahan terakhir adalah tentang perpindahan populasi di wilayah Kepulauan Pasifik akibat perubahan iklim.

Coral Pasisi menambahkan bahwa saat ini tidak ada hukum atau kebijakan untuk melindungi orang-orang Kepulauan Pasifik, sumber dayanya, atau yurisdiksi kelautannya. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top