Follow our news chanel

Previous
Next

Palau desak AS bangun pangkalan militer

Papua
Pusat Pemerintahan Palau - The Guardian/Itsuo Inouye/AP.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Koror, Jubi – Pemerintah Palau mendesak Amerika Serikat membangun pangkalan militer di negara mereka. Posisi Palau yang berada di barat Pasifik dianggap strategis bagi Washington untuk melawan pengaruh Tiongkok.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper mengunjungi negara kepulauan itu pada pekan lalu, sebagai bagian dari turnya di wilayah Pasifik. Esper menuding Beijing berpengaruh buruk dan memiliki sejumlah kegiatan untuk mendestabilisasi seluruh kawasan itu.

Presiden Palau Tommy Remengesau Jr menghendaki Amerika membangun fasilitas militer di negara mereka. Dia mendesak pemerintah Amerika melalui surat yang dikirim kepada Esper.

“Permintaan Palau kepada Amerika itu sederhana. Bangun fasilitas bersama, lalu datang dan sering-sering menggunakannya,” tulis Remengesau dalam surat tersebut.

Dia juga menyarankan Amerika mengerahkan pasukan penjaga pantai untuk membantu pasukan partoli mereka. Kawasan perairan Palau seluas wilayah Spanyol, dan sulit untuk dipantau oleh negara kecil tersebut.

Palau merupakan negara berdaulat, tetapi tidak memiliki angkatan bersenjata. Amerika Serikat bertanggung jawab atas pertahanan Palau, sesuai perjanjian asosiasi bebas (Compact of Free Association; Cofa). Perjanjian tersebut ditandatangani setelah kemerdekaan Palau pada 1994.

Berdasarkan kesepakatan itu, militer amerika memiliki akses ke seluruh pulau-pulau di Palau. Namun, tidak ada pasukan AS ditempatkan secara permanen di sana sampai saat ini. Hak untuk membangun fasilitas pertahanan di Republik Palau tidak sepenuhnya dimanfaatkan Amerika selama masa Cofa.

Loading...
;

Kesepakatan Cofa yang juga mencakup bantuan keuangan dan hak warga Palau untuk bepergian, menetap, dan bekerja di Amerika, akan berakhir pada 2024. Kedua negara telah menegosiasikan kembali rencana perpanjangannya pada tahun ini.

Remengesau mengatakan pembangunan pangkalan tidak hanya meningkatkan kesiapan militer Amerika, tetapi membantu ekonomi lokal yang sedang lesu akibat dampak pandemi Covid-19. Remengesau selama ini memanfaatkan ancaman pengaruh Tiongkok untuk mendorong Amerika meningkatkan investasinya di Palau.

Walaupun menerima kedatangan turis dan investasi Tiongkok, Palau tetap menolak pengaruh politik negara tersebut. Palau bersama tiga negara Pasifik masih mengakui kedaulatan Taiwan. Sikap mereka berbeda dengan Kepulauan Solomon dan Kiribati yang mengalihkan pengakuan diplomatik mereka kepada Beijing pada tahun lalu.

Sikap politik Palau berdampak serius. Tiongkok menekan dengan melarang penyelenggara wisata mereka menjual paket wisata Palau sejak November 2017.

Jika dikabulkan, pangkalan militer Amerika dipastikan tidak beroperasi pada masa pemerintah Remengesau. Remengesau akan mengakhir masa jabatannya pada 3 November, setelah memimpin Palau selama dua periode atau delapan tahun. (The Guardian)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top