Follow our news chanel

Previous
Next

Pandemi Covid-19, 36.554 narapidana dan anak telah dibebaskan

papua
Ilustrasi foto penjara bagi Tapol Papua. - pixabay.com
Pandemi Covid-19, 36.554 narapidana dan anak telah dibebaskan 1 i Papua
Ilustrasi tahanan, pixabay.com

Program pembebasan narapidana dan anak di Lapas, Rutan dan LPKA di seluruh Indonesia akan berlangsung hingga pandemi Covid-19 di Indonesia berakhir.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi– Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melaporkan hingga Sabtu, (11/4/2020) telah membebaskan 36.554 narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi. Kebijakan pembebasan itu  terkait upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, dan lembaga pembinaan khusus anak.

“Ini adalah update hingga 11 April 2020,” ujar Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Rika Aprianti, Sabtu, (11/4/2020).

Baca juga : Bebaskan 30 ribu napi untuk cegah Corona, Indonesia hemat anggaran Rp260 M

Diskriminasi di tengah pandemi corona

Lapas Sukamiskin: belum ada Napi Tipikor terindikasi Covid-19

Loading...
;

Dari 36.554 narapidana dan anak yang telah dibebaskan hingga hari ini, sebanyak 34.707 orang di antaranya keluar penjara melalui program asimilasi, terdiri dari 33.902 narapidana dan 805 anak. Sedangkan 1.847 orang lainnya menghirup udara bebas melalui program hak integrasi, baik berupa pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, maupun cuti menjelang bebas, dengan rincian 1.808 narapidana dan 39 anak.

“Kementerian Hukum dan HAM menargetkan jumlah narapidana dan anak yang dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi sekitar 30 ribu orang,” kata Rika menambahkan.

Program pembebasan narapidana dan anak di Lapas, Rutan dan LPKA di seluruh Indonesia akan berlangsung hingga pandemi Covid-19 di Indonesia berakhir. Hal itu mengacu ketetapan pemerintah, pasal 23 Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020.

Sebelumnya Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly telah menandatangani Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Selain itu Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Dalam kepmen itu dijelaskan sejumlah ketentuan bagi narapidana dan anak yang dibebaskan melalui asimilasi. Pertama, narapidana yang dua pertiga masa pidananya jatuh sampai dengan 31 Desember 2020, dan anak yang setengah masa pidananya jatuh sampai dengan 31 Desember 2020.

Narapidana dan anak yang tidak terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, tidak sedang menjalani subsider dan bukan warga negara asing. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top