Follow our news chanel

Pandemi Covid-19 dapat melahirkan konsep ekonomi kerakyatan di Papua

Pandemi Covid-19 dapat melahirkan konsep ekonomi kerakyatan di Papua 1 i Papua
Ilustrasi mama-mama pedagang sayur yang berjualan di Pasar Pharaa, Sentani, Kabupaten Jayapura – Jubi/Engelbert Wally.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Sekretaris II Dewan Adat Papua versi Kongres Besar Masyarakat Adat Papua III, John NR Gobai berharap, pembatasan sosial yang diberlakukan Pemprov Papua selama masa pandemi Covid-19 kini, dapat menjadi titik awal lahirnya konsep pengembangan ekonomi kerakyatan di Papua.

Ia mengatakan, selama masa pembatasan sosial jam operasional para pedagang dibatasi. Akan tetapi pembatasan jam operasional tersebut tentu berdampak pada pendapatan para pedagang kecil yang berjualan di pinggir jalan atau di pasar-pasar tradisional.

Untuk itu menurutnya, mesti ada konsep ekonomi kerakyatan jangka panjang sebagai antisipasi ketika terjadi situasi seperti sekarang ini. Misalnya ada pasar atau koperasi khusus yang disiapkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Pasar atau koperasi itu khusus untuk menampung hasil pertanian para petani dan ikan tangkapan para nelayan. Pemerintah membeli dari petani, kemudian mencari pasaran untuk distribusi hasil pertanian para petani dan ikan tangkapan para nelayan.

“Pemerintah yang menyalurkannya ke rumah makan, restoran, atau supermarket dan lainnya. Jadi orang tidak perlu berlama-lama jualan di jalan raya atau di pasar. Kalau terjadi situasi darurat seperti sekarang ini, para petani dan nelayan tidak akan mengeluh pendapatan mereka berkurang karena jam operasional pedagang dibatasi,” kata John Gobai lewat panggilan telepon, Kamis (9/4/2020).

Kata Gobai, di tengah pandemi Covid-19 kini berbagai pihak mulai gencar membagikan kebutuhan pokok. Akan tetapi hal tersebut hanya konsep yang bersifat sementara dan situasional.

Loading...
;

“Inikan konsep situasional seperti Sinterklas, yang membagikan hadiah setiap perayaan Natal. Yang harus dipikirkan adalah konsep jangka panjang dalam situasi ini. Saya pikir, situasi ini bisa menjadi langkah awal kita memulai konsep itu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua atau KAPP, Mecky Wetipo berharap masyarakat Papua menjadikan momentum pandemi Covid-19 untuk kembali mengkonsumsi pangan lokal.

“Masyarakat Papua diharapkan kembali mengelola sumber daya alam miliknya, mengonsumsi [pangan lokal],” kata Mecky Wetipo.

Ketua KAPP, Musa Haluk mengatakan masyarakat Papua memiliki lahan yang luas serta subur dan berpotensi ditanami pangan lokal.

“Saya ajak masyarakat Papua untuk kembali ke kebun, karena di situ kita akan menemukan makanan pangan lokal bernilai gizi tinggi,” ujar Musa Haluk. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top