Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pandemi Covid-19 pengaruhi bonus demografi di Papua

papua, demografi
Ilustrasi seorang pekerja sedang menurunkan beras dari atas truk - Jubi/Ramah

 

Papua No.1 News Portal

Jayapura, Jubi – Pandemi Covid -19 berisiko menyebabkan angka garis kemiskinan semakin menanjak. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua, Charles Brabar mengatakan pandemi virus korona menjadi tantangan besar untuk meraih bonus demografi karena kesempatan kerja semakin terbatas.

“Saat ini kita masih berada dalam suasana bonus demografi dari 2020-2030, adanya pandemi covid-19 tentu sangat berpengaruh karena kesempatan kerja terhadap peluang ekonomi semakin berkurang,” ujar Brabar di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (26/6/2020).

Pandemi Covid-19 pengaruhi bonus demografi di Papua 1 i Papua

Menurut Brabar, bila pandemi terus berlanjut maka produktivitas itu semakin terpuruk.

“Usaha pencapaian dan pemanfaatan bonus demografi yang mengandalkan kelompok usia produktif bisa saja terbentur dengan peningkatan jumlah pengangguran di Papua. Untuk meraih bonus demografi harus dengan dua syarat, yaitu kualitas dan kuantitas,” ujar Brabar.

“Upaya yang kami lakukan adalah bermitra dengan semua pihak untuk melakukan kegiatan dalam membantu masyarakat yang usia produktif bisa berkreasi melalui internet. Usia produktif mulai belajar internet (misalnya) mengakses cara bertani hidroponik untuk menjaga produktivitas,” ujar Brabar menambahkan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura, Djoni Naa, mengatakan pada 2020 ada 180 juta orang berusia produktif sehingga ledakan penduduk usia kerja ini diperkirakan akan memberikan keuntungan ekonomi khususnya di Kota Jayapura dengan syarat mampu memenuhi persyaratan kerja, yaitu kemampuan bisa bersaing dalam dunia kerja.

Loading...
;

“Setiap tahun kami bina anak-anak muda di Kota Jayapura dengan pelatihan kerja dengan harapan bisa mandiri bahkan bisa membuka lapangan kerja,” ujar Naa.

Namun dia mengakui, di tengah suasana pandemi saat ini, sangat susah memberikan pelatihan sehingga berdampak pada penurunan kreativitas. Jumlah pengangguran pun meningkat.

Dijelaskan Naa, hingga Juni 2020 jumlah penduduk di Kota Jayapura sudah mencapai 422.063 jiwa. Jumlah usia produktif 25 persen atau 150 ribu orang (umur 17-35). Jumlah usia tidak produktif ada 75 persen atau 270 ribu orang (usia 14 tahun ke bawah dan 65 tahun ke atas). Kebanyakan usia produktif ini masih berstatus pelajar mulai dari jenjang SMA hingga mahasiswa.

“Apabila penduduk usia produktif tidak berkualitas dan tidak memiliki keunggulan kompetitif, maka yang akan terjadi adalah meningkatnya berbagai masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, dan kriminalitas,” ujar Naa. (*)

Editor: Syam Terrajana

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top