Pandemi Covid-19, sampah anorganik di daerah ini berkurang drastis

Papua
Ilustrasi sampah. Pixabay.com/Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pengiriman sampah anorganik harian di bank sampah Jakarta Barat selama pandemi berkurang drastis, padahal sebelumnya warga bisa menyetor hingga 12  ton per hari. Berkurangnya jumlah sampah disebabkan kebijakan pembatasan sosial dan larangan beraktivitas di perkantoran dan sekolah.

“Kalau sekarang itu kisarannya sekitar empat sampai dengan delapan ton saja per hari,” kata Subarna Martadinata, petugas pengawas Sudin Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Pengurus Bank Sampah Induk Satu Hati Divisi Sosialisasi, Selasa, (7/9/2021).

Baca juga : Optimalisasi bank sampah untuk kurangi sampah ke TPA

Warga Nabire dinilai sulit untuk membuang sampah pada tempatnya

Ribuan tenaga pengangkut sampah disiagakan selama PON Papua

Menurut  Subarna, berkurangnya jumlah sampah disebabkan kebijakan pembatasan sosial dan larangan beraktivitas di perkantoran dan sekolah.

Loading...
;

Umumnya sekolah dan wilayah perkantoran jadi salah satu sumber sampah. Tak ayal keranjang bank sampah di dua wilayah tersebut kerap penuh dalam kurun waktu beberapa minggu.

“Karena sekolah di tutup dan perkantoran juga dibatasi. Jadi itu berpengaruh,” kata Subarna menambahkan.

Keberadaan sampah anorganik di bank sampah itu akan dibawa oleh truk milik Sudin LH ke bank sampah induk yang berlokasi di Asrama Dinas Lingkungan Hidup, Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat. Sampah itu  akan didaur ulang oleh beberapa pihak swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah kota dan provinsi.

Selama ini warga dinilai masih antusias mengumpulkan sampah anorganik ke 803 bank sampah unit yang tersebar di seluruh RW, kelurahan hingga kecamatan di wilayah Jakarta Barat. Mereka sengaja mengumpulkan sampah jenis anorganik dan membuang ke bank sampah demi mendapatkan uang.

“Jenis sampah anorganik seperti kertas, kardus, plastik kresek, plastik keras, besi kaleng botol dan aluminium ringan kaya botol minuman, terus juga ada tembaga,” kata Subarna menjelaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top