HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pansus Covid-19 temukan indikasi penggelembungan anggaran

APBD Papua

Angaran penggunaan penanganan Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong jumlahnya mencapai Rp110,4 miliar

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Rejang Lebong, Jubi – Panitia Khusus pengawasan anggaran penanganan Covid-19 di DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menemukan indikasi penggelembungan anggaran dalam sejumlah kegiatan oleh organisasi perangkat daerah pengelola anggarannya.

Pansus Covid-19 temukan indikasi penggelembungan anggaran 1 i Papua

“Indikasi penggelembungan sejumlah kegiatan ini terlihat dari laporan Dinas Ketahanan Pangan,” kata Edi Irawan Wakil Ketua II DPRD Rejang Lebong, saat memintai keterangan Kepala Dinas DKP Rejang Lebong beserta stafnya, Kamis, (4/6/2020)

Baca juga : Anggaran penanganan Covid-19 di daerah ini gunakan uang bagi hasil tembakau  

Tidak semua anggaran PON bisa dialihkan untuk penanganan Covid-19

Anggaran penanganan pandemi Covid-19 di Papua bertambah Rp287 miliar

Loading...
;

Menurut Irawan indikasi penggelembungan di biaya penanaman jagung mulai dari pembelian bibit, pupuk, upah kerja per hektare mencapai Rp14 juta, kemudian sewa gudang dua bulan Rp9 juta, sewa kendaraan pengangkut hingga Rp170 juta.

“Kami minta laporan penggunaan anggaran yang sudah diserap sebesar Rp2,6 miliar, dari lebih kurang Rp9 miliar jumlah anggaran yang dialokasikan untuk DKP Rejang Lebong. Itu pembelian apa saja dan sudah didistribusikan kemana saja,” kata Irawan menjelaskan.

Laporan penggunaan anggaran dipertanyakan untuk diketahui agar penggunaan anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong yang jumlahnya mencapai Rp110,4 miliar itu tidak bermasalah di kemudian hari.

Irawan masih memberikan waktu sampai hingga jum’at (5/6/2020) hari ini guna menyerahkan laporan penggunaan anggaran yang sudah diserap oleh DKP Rejang Lebong sebesar Rp2,6 miliar dari total alokasi anggaran lebih kurang Rp9 miliar.

Kepala DKP Rejang Lebong, Taman SP, mengatakan alokasi anggaran yang mereka terima mencapai Rp9 miliar yang terbagi untuk tiga kegiatan inti, di antaranya pengadaan beras untuk cadangan pangan pemerintah daerah, pemanfaatan pekarangan untuk 18.000 rumah tangga dan 150 hektare pemanfaatan lahan tidur untuk penanaman jagung.

“Untuk kegiatan pemanfaatan lahan tidur ini berdasarkan proposal masuk, kedua surat pernyataan kepemilikan lahan, surat pernyataan kades untuk melaksanakan program, begitu juga petani,” kata Taman.

Ia menjmain kekhawatiran Pansus mengenai pengunaan anggaran akan dijelaskan lebih rinci. Termasuk kekhawatiran pansus terhadap 18 ribu keluarga penerima bantuan program pemanfaatan lahan pekarangan rumah.

“Dengan adanya jumlah kecamatan yang melebihi jumlah KK akan dilakukan pencoretan karena datanya masih data awal,” kata taman menambahkan.

Menurut dia data itu belum final dan sudah diverifikasi untuk tiga dari 15 kecamatan di Rejang Lebong sebanyak 6 ribu  keluarga, sedangkan 12 ribu keluarga lagi masih dalam proses.

Sedangkan kebutuhan beras Kabupaten Rejang Lebong per pekan mencapai 760 ton, sehingga cadangan beras Pemkab harus diperkuat mengingat stok beras Bulog daerah itu hanya berkisar 700 ton saja. “Namun program optimasi lahan ini baru sebatas pada jenis tanaman jagung saja sedangkan untuk padi belum dilaksanakan,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.