Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pansus PSU DPRD Tolikara minta kandidat terima hasil PSU

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Pansus PSU Tolikara meminta kepada para calon Bupati dan Wakil Bupati Tolikara yang maju dalam Pilkada Kabupaten Tolikara untuk bisa menerima hasil dari PSU yang diselenggarakan kemarin.

“Yang kalah harus mengakui yang menang dan yang menang harus menghormati yang kalah. Jangan memprovokasi warga untuk melakukan tindakan anarkisme lagi, karena yang akan menjadi korban adalah masyarakat,” demikian ditegaskan, ketua Pansus PSU Tolikara dr. Demus Kogoya kepada wartawan di Jayapura, Kamis (25/5/2017).

Mantan ketua DPRD Tolikara ini mengakui bahwa PSU di Tolikara telah berjalan dengan baik dan lancar pada 17 Mei kemarin. Aparat keamanan, KPU serta Bawaslu  Provinsi Papua sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga para kandidat juga telah menandatangani pernyataan sikap, siap menang dan siap kalah.

Tetapi setelah semua hasil sudah ditampung dan diverifikasi ke tingkat Kabupaten, ada kandidat yang tidak menerima hasil PSU itu.

“Ada pergerakan massa dari kandidat yang tidak puas dengan hasil PSU, akhirnya PSU harus ditunda karena KPU takut ada gesekan-gesekan massa, dan KPU menunda pleno sehari, kemungkinan kemarin sudah dilakukan pleno yang tertunda,” ungkapnya.

Demus bilang dalam menyikapi masalah ini, Pansus PSU DPRD Tolikara yang terdapat 6 fraksi semuanya masuk dalam pansus ini tidak memihak siapa-siapa, namun pansus tetap melakukan pengawalan sampai di TPS dan melihat semua berjalan dengan baik dan demokratis.

Loading...
;

Masyarakat juga sangat antusias mengawal ini dan mereka tidak mau lagi terulang gesekan–gesekan yang dulu sempat terjadi.

“Kami berharap hasil yang sudah ada ini benar –benar diterima oleh kandidat yang sudah maju. Artinya kalau ada yang menang harus mengakui kemenangannnya dan yang kalah pemerintah sudah menyediakan wadah untuk menyampaikan keberatannya lewat Panwas, Bawaslu, sampai ke Mahkamah Konstitusi,” bebernya.

Demus berharap pihak yang kalah tidak perlu mengerahkan massa untuk menekan KPU, karena itu akan menghambat proses pemerintahan ke-depan. Masyarakat menjadi trauma kembali. Sebab pelayanan publik kepada dan roda pembangunan harus tetap berjalan.

“Kami dari Pansus PSU Tolikara, meminta pihak-pihak yang melakukan intimindasi kepada KPU dengan pengerahan massa untuk segera berhenti,” harapnya.

Mari menciptakan situasi kamtibmas kondusif, agar masyarakat bisa tenang. Anak sekolah bisa sekolah dengan baik, pelayanan pubilk bisa berjalan dengan baik, serta pleno KPU juga harus tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada jalur yang nanti bisa ditempuh bagi yang kalah, kandidat yang sedang bertarung ini sesama putra asli Tolikara, sehingga pihaknya berpikir dukung kemenangan yang telah dicapai satu kandidat, tidak mungkin ketiganya menang, ketiga pasangan calon ini juga bersaudara, sehingga pihaknya berharap pleno bisa berjalan secepatnya dan menentukan pemenang dari PSU Tolikara.

Ia mengaku dari Pansus sedikit kecewa dengan penundaan pleno KPU, karena ada tindakan anarkis yang menyebabkan perusakan kantor KPU Tolikara.

“Kami minta kepada aparat untuk bertindak tegas terhadap para provokator yang ingin dengan sengaja membuat kacau di Tolikara,” demikian tegas Demus Kogoya. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top