Follow our news chanel

Previous
Next

11 tapol Sorong akhirnya bebas

papua-demo-tolak-otsus-jilid-ii
Aksi damai menolak Otonomi Khusus (Otsus) jilid II, di depan Ramayana Mall, di Jl. Jendral Ahmad Yani, Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (10/9/2020) – Jubi/LBH Kaki Abu

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sebelas tahanan politik (tapol) di Sorong, Selasa (22/9/2020), akhirnya dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Sorong.

Daniel Jitmau, salah seorang tapol Papua, sesaat setelah dibebaskan menyatakan sebelas orang tapol dengan tegas menolak Otsus jilid II karena bangsa Papua ingin merdeka agar bisa sejajar dengan bangsa lain dan tidak lagi dikatakan sebagai monyet.

“Kami sebelas orang tahanan politik mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan kuasa hukum yang selama ini mendampingi kami hingga hari ini (kami dibebaskan). Tak lupa juga (ucapan terima kasih) untuk semua organisasi Papua serta semua bangsa Papua yang sudah membantu dan mengawali proses persidangan hingga selesainya hari ini,” kata Jitmau, sebagaimana tertuang dalam rilis pers, yang diterima Jubi di Jayapura, Selasa (22/9/2020).

“Seruan untuk semua bangsa monyet dimanapun berada agar segera bersatu dan mengakhiri penderitaan kita semua supaya kita tidak lagi terjajah di atas tanah kita sendiri, karena selama kita masih bersama dengan bangsa ini maka kita akan tetap disiksa, ditahan, hingga dibunuh atas apa yang menjadi keinginan kita semua,” tambah Jitmau.

Baca juga: Aktivis Sorong berunjukrasa menuntut para tapol Papua dibebaskan

Leonardo Ijie, salah satu penasihat hukum yang mendampingi para tahanan politik, mengucapkan terima kasih karena proses eksekusi terhadap putusan Pengadilan Negeri Sorong terhadap 11 orang yang dituduh melakukan tindakan makar sebagaimana tuntutan jaksa 1 tahun empat bulan dan diputuskan oleh hakim 10 bulan di potong masa tahanan, telah dijalani.

“Salinan putusan telah kami ambil dan kami bersyukur atas semua proses ini karena sampai hari ini, kami kuasa hukum, dan juga 11 orang klien kami telah bebas tanpa kekurangan sesuatu apapun,” kata Ijie.

Loading...
;

“Kami juga berterima kasih kepada semua teman atas dukungan yang sudah diberikan lewat kampanye hingga solidaritas yang dibentuk untuk mem-pressure dan sama-sama bekerja untuk melihat persoalan ini hingga akhirnya. Kami tidak dapat membalas apapun tetapi Tuhan Sang Pemilik Kebenaran akan  melihat apa yang sementara kita bicarakan dan apa yang sedang kita suarakan bersama-sama,” tutup Ijie.

Baca juga: Mahasiswa minta tapol Papua Barat dibebaskan, ini alasannya

Ujaran rasis terhadap para mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus 2019 telah memicu sejumlah unjukrasa di berbagai wilayah di Papua dan Indonesia. Pasca unjukrasa besar-besaran yang terjadi di Sorong pada Agustus 2019, sebanyak 15 orang ditangkap. Pasca itu, ada delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka makar. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top