Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Kadinkes Merauke, Papua
Kadis Kesehatan Merauke, dr. Nevil Muskita, sedang berbincang dengan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka (kemeja merah) – Jubi/Frans L Kobun

Ada indikasi varian baru korona, 13 sampel darah pasien di Merauke dikirim ke Jakarta

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Sebanyak 13 sampel darah pasien Covid-19 di Merauke dikirim ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) di Jakarta untuk memastikan munculnya varian baru korona di kabupaten di wilayah selatan Papua tersebut.

“Memang ada indikasi varian baru virus korona di Merauke. Itu setelah dilihat dari perkembangan kasus yang terus mengalami peningkatan dari hari ke hari,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Nevil Muskita, kepada sejumlah wartawan, Kamis (15/7/2021).

Dikatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan 13 sampel darah yang dikirim ke Laboratorium Kesehatan di Jakarta sejak beberapa waktu lalu.

“Sambil menunggu hasilnya, namun harus  tetap antisipasi dengan penularan yang cepat sekarang,” pintanya.

Untuk mengetahui hasil sampel darah dimaksud, tidak satu atau dua hari, tetapi membutuhkan waktu lama.

Satu sampel yang diuji, sesuai informasi dari Litbangkes Provinsi Papua, membutuhkan waktu antara 4-7 hari. Jadi dari 13 sampel yang dikirim , tentu memakan waktu hingga dua bulan baru diketahui.

Baca juga: Litbangkes Papua sedang teliti sampel dugaan virus korona varian Delta

Loading...
;

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dr. Yeni Mahuze, membenarkan adanya pengiriman sampel pasien ke Labkes Jakarta.

“Betul sampai hari ini belum diketahui hasilnya, karena butuh waktu agar lama,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top