Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Lokalisasi Yobar, Merauke, Papua
Lokalisasi Yobar di Kelurahan Samkai, Merauke tampak sepi dan tak ada aktivitas – Jubi/Frans L Kobun

Setelah 14 hari ditutup, lokalisasi Yobar akan dibuka lusa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Selama 14 hari ditutup karena sejumlah pekerja seks komersial (PSK) dan pengelola lokalisasi tersebut menunjukkan hasil reaktif setelah melakukan rapid test, Jumat (22/1/2021), lokalisasi Yobar di Kelurahan Samkai, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua, akan kembali dibuka.

Keputusan ini menyusul rapid test antigen yang dilakukan Selasa (19/1/2021) kepada semua PSK di lokalisasi tersebut dan hasilnya semua negatif.

Salah seorang pengelola lokalisasi Yobar, Yuli (35),  kepada sejumlah wartawan  di Merauke, Rabu (20/1/2021), mengatakan oleh karena semuanya telah sehat, sehingga aktivitas di masing-masing barak akan dibuka terhitung mulai Jumat, 22 Januari 2021.

“Sebenarnya besok pekerja di dalam sudah bisa melayani tamu. Hanya saja setelah dilakukan komunikasi dengan berbagai pihak, maka harus tetap berpegang kepada surat edaran Bupati Merauke, Frederikus Gebze,” ujarnya.

“Saya sudah meminta teman-teman di setiap barak agar bersabar dan tak melakukan kegiatan diluar jadwal yang telah dikeluarkan pemerintah,” sambungnya.

Yuli juga menambahkan pihaknya berkomitmen ketika aktivitas sudah berjalan, setiap tamu yang datang wajib menggunakan masker. Jika tidak akan diminta kembali.

Baca juga: Sejumlah PSK dan pengelola reaktif Covid-19, dua lokalisasi di Merauke ditutup sementara

Loading...
;

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, dalam surat edarannya beberapa waktu lalu, mengatakan dua tempat yakni lokalisasi Yobar dan belakang rumas sakit (Bel Rusak) ditutup, lantaran sejumlah pekerja reaktif Covid-19 setelah dilakukan rapid test.

“Memang ditutup sementara waktu sekaligus meminta yang reaktif melakukan karantina mandiri di kamar masing-masing,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top