TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Papua-evakuasi jenazah
Evakuasi warga Kota Jayapura yang meninggal dunia diduga karena terpapar Covid-19, belum lama ini - Jubi/Ramah

153 orang di Kota Jayapura meninggal karena Covid-19

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Jayapura, Provinsi Papua, mencatat 153 orang meninggal dunia karena Covid-19. Data itu adalah akumulasi sejak pertama kali kasus Covid-19 dilaporkan di Kota Jayapura, Maret 2020.

“Kasus kematian lebih banyak sebelum diberlakukannya pembatasan sosial. Satu hari bisa 2-3 orang,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (19/4/2021).

Dikatakan Rustan, jumlah tersebut tercatat sejak pemerintah pertama kali mengumumkan pada 2 Maret 2020 kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya di ibukota Provinsi Papua, dan terus bertambah selama masa pandemi.

“Lansia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan menjadi kelompok paling berisiko meninggal karena Covid-19. Kelompok usia muda juga rentan tertular Covid–19 bila tidak mematuhi protokol kesehatan,” ujar Rustan.

Dijelaskan Rustan, berdasarkan data kumulatif Satgas Penanganan Covid-19 di Kota Jayapura, warga yang positif sebanyak 8.939 orang, sembuh sebanyak 8.405 orang, dan pasien yang saat ini sedang dirawat (pasien aktif) sebanyak 381.

“Kebanyakan dari mereka yang meninggal dunia karena Covid-19 di rentang usia 50 tahun ke atas, sebanyak 87 persen, dan usia di bawah 50 tahun sebanyak 13 persen. Mereka meninggal karena penyakit bawaan, seperti jantung, paru-paru, dan diabetes melitus. Usia 30-40 tahun juga memiliki risiko ,” ujar Rustan.

Rustan berharap selama masa pandemi Covid-19, warga tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga kesehatan, mangurangi aktivitas di luar rumah, dan menjaga iman agar tidak tertular.

“Kalau ada gejala-gejala Covid-19, seperti batuk, pilek, demam, hilang penciuman, segera ke rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih dini,” ujar Rustan.

Baca juga: Kadinkes Kota Jayapura: Sekolah di zona hijau dan kuning bisa belajar tatap muka

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, karena penularan virus korona di ibukota Provinsi Papua tersebut, hingga saat ini masih terus terjadi.

“Tentunya kita tidak ingin ada lagi warga yang meninggal karena Covid-19. Angka harian warga yang tertular Covid-19 sekarang sudah menurun antar 6-10 orang,” ujar Antari.

Antari berharap warga tetap mematuhi protokol kesehatan agar mempercepat memutus penyebaran Covid-19 sehingga kehidupan di Kota Jayapura kembali normal, tidak ada pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi. (*)

Editor: Dewi Wulandari