Follow our news chanel

Previous
Next

Sengketa tanah tak berujung, 18 bulan pengungsi terpaksa bertahan di pengungsian

papua-rumah-korban-banjir-sentani
Rumah bagi korban banjir bandang Sentani yang masih dalam proses pembangunan, berlokasi di Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua - Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Ondofolo Ifale, Jhony Suebu, minta pemerintah serius menangani para pengungsi akibat banjir bandang dan meluapnya air Danau Sentani pada 16 Maret 2019 silam. Hingga kini, masih ada pengungsi yang masih tinggal di penampungan karena belum ada kejelasan tentang relokasi.

“Pemerintah Kabupaten Jayapura harus bangun rumah yang benar-benar layak bagi pengungsi ini. Mereka adalah warga negara Indonesia, warga masyarkat Kabupaten Jayapura,” katanya saat ditemui Jubi, di Sentani, Kabupaten Jayapura-Papua, Jumat (4/9/2020)

Jhony menilai proses pembangunan rumah untuk relokasi para korban banjir dan meluapnya air Danau Sentani yang memakan waktu lama, membuat para pengungsi harus tetap bertahan di pengungsian.

“Ini (para pengungsi) sudah satu tahun enam bulan di tempat pengungsi. Kondisi (sengketa) tanah yang sudah tidak jelas seperti ini akan bisa membuat mereka tetap berada di sana satu hingga dua tahun lagi,” ucap Jhony.

Terkait pengungsi, Jhony Suebu mintaPemkab Jayapura-Papua serius menangani masalah ini supaya cepat selesai dan tidak menjadi beban berkepanjangan.

“Masalah ini harus dilihat dengan serius dan tidak main-main. Kami sudah tawarkan tanah (kepada Pemkab Jayapura) untuk dibangun rumah (bagi para korban banjir), namun tidak direspons. Ternyata mereka ambil tanah yang sekarang jadi masalah. Tanah yang harga per meter persegi hanya Rp1,3 juta saja, bisa jadi Rp3 juta,” kata Jhony Suebu.

Jhony mengungkapkan rasa simpatinya kepada para korban banjir bandang dan meluapnya air Danau Sentani yang hingga kini masih ada yang bertahan di posko pengungsian, tapi masalah relokasi bagi mereka belum ada tanda-tanda untuk segera diselesaikan.

Loading...
;

“Ada banyak bantuan dari berbagai negara, kabupaten, provinsi, juga dari yayasan. Itu semua dikemanakan? Kalau bisa itu mereka yang bekerja (mengurus bantuan untuk para pengungsi) perlu diperiksa, agar jelas,” tutur Suebu.

Baca juga: Pengungsi banjir bandang pertanyakan kelanjutan bantuan

Terpisah, korban banjir bandang Sentani di posko pengungsian SKB, Paula Suebu, mengatakan sejak pandemic Covid-19, para pengungsi yang mashie bertahan di pengungsian tidak diperhatikan lagi kondisinya.

“Kami tidak pernah dapat bantuan secara langsung dari Pemkab Jayapura. Kalau dari PMI Provinsi Papua boleh, itu kami ada dapat,” ucapnya.

Ia berharap pembangunan perumahan bagi korban banjir bandang Sentani cepat diselesaikan tanpa ada persolan lain-lain.

“Kami juga cuma ingin kembali seperti dulu, agar kami bisa duduk baik, bisa tidur baik, dan tenang di rumah sendiri. Kalau seperti ini terus, kami capek juga,” ungkap Paula. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top