Follow our news chanel

Previous
Next

25 anggota DPRD Yahukimo ancam palang kantor

papua-yahukimo-dprd
Anggota DPRD Yahukimo-Papua saat menyampaikan pernyataan dan mendesak ketua sementara DPRD setempat untuk segera melaksanakan tiga agenda penting di lembaga tersebut, Kamis (23/7/2020) - Jubi/Piter Lokon

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Dekai, Jubi – Sebanyak 25 anggota DPRD bersama Wakil Ketua Sementara DPRD Kabupaten Yahukimo, Papua mendesak Ketua Sementara DPRD Yahukimo dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai pemenang pertama, segera memimpin sidang pembahasan Tata Tertib DPRD Yahukimo periode 2019-2024.

Desakan tersebut disampaikan karena lambatnya dan ada kesan mengulur-ulur waktu. Tiga agenda penting di lembaga legislatif Yahukimo-Papua itu hingga kini belum dilaksanakan oleh ketua sementara, sejak pelantikan pada 18 Mei silam. Hal ini membuat 25 anggota DPRD bersama Wakil Ketua Sementara DPRD Yahukimo mengancam akan memalang Kantor DPRD Yahukimo, terhitung satu pekan ke depan, jika Ketua Sementara DPRD Yahukimo tidak hadir di lembaga itu untuk laksanakan tugasnya.

Baca juga: Pemerintah akan melantik 35 anggota DPRD Yahukimo melalui video conference

Anggota DPRD Yahukimo-Papua dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Bernadus Ahayon, mengatakan dirinya dan anggota yang lain merasa dipermainkan oleh ketua sementara, karena sejak dilantik pada 18 Mei 2020 hingga 23 Juli 2020, dua bulan lebih, ketua sementara tidak segera menggelar sidang pembahasan tata tertib dewan.

“Untuk melaksanakan pembahasan tata tertib memenuhi kuorum karena kami ada 25 anggota sudah ada di sini. Tapi Sekwan beralasan harus ada ketua sementara. Kemudian Wakil Ketua Sementara (DPRD Yahukimo) sudah menghubungi ketua sementara untuk segera naik (ke Dekai) tetapi banyak alasan yang disampaikan oleh ketua sementara. Maka dari itu kami kesal. Kalau dia tidak datang maka kami akan palang kantor DPRD,” kata Bernadus Ahayon, kepada Jubi, Kamis (23/7/2020).

“Sekwan ini kan rumah tangga tetapi kami melihat sekwan seolah-oleh jadi (anggota) DPRD dan kami jadi sekwan. Padahal dia itu rumah tangga kami. Ini hal baru yang kami alami, karena saya ini anggota baru dan ini pendidikan yang kurang baik maka itu ke depan harus ada perubahan,” imbuhnya.

Baca juga: DPRD Yahukimo diharapkan tidak selalu mengikuti kemauan eksekutif

Loading...
;

Anggota DPRD Yahukimo dari Partai Bulan Bintang (PBB), Natan Wetipo, mengatakan pelantikan anggota DPRD sudah dilaksanakan sejak lama, namun kegiatan DPRD tak jalan dan di situlah ia merasa jenuh.

“Karena dilihat dari beberapa kabupaten di Papua, sebelum pelantikan, kami Yahukimo sudah duluan melaksanakan pelantikan anggota DPRD, namun tiga agenda itu diperlambat. Jadi, saya menilai bahwa ini adalah salah satu kredit poin buruk di DPRD Yahukimo yang kami alami,” katanya.

“Jika dilihat dari aturan itu untuk kuorum dan aturan di pasal 155 ayat 1-4 itu sudah jelas. Kita anggota DPRD yang ada di Yahukimo sudah memenuhi kuorum untuk melaksanakan sidang. Dari 35 anggota DPRD, kami di sini ada 25 anggota DPRD bersama Wakil Ketua Sementara berada di ibu kota kabupaten. Berarti bisa dilakukan tetapi tidak terlaksana. Kemarin kami di Jayapura karena lockdown akibat virus korona. Jadi sadar diri bahwa kami DPRD Yahukimo dan harus ke Yahukimo laksanakan sidang. Kami melihat ketua sementara gagal memimpin kita,” tegas Wetipo.

Sementara itu, Minggituk Kobak dari Partai Perindo, mengatakan yang seharusnya dilaksanakan dan dipimpin oleh ketua sementara adalah ada tiga agenda penting yaitu pembahasan tata tertib (tatib), pembentukan alat kelengkapan dewan, dan persiapan pelantikan Ketua Definitif DPRD Yahukimo.

Sidang tiga agenda penting ini, lanjutnya, seharusnya sudah dilaksanakan maksimal satu bulan setelah pelantikan pimpinan sementara. Namun ini ada kesan mengulur-ulur waktu sampai hampir tiga bulan, sidang belum digelar.

“Penyebabnya karena (pandemi) Covid-19. Tetapi setelah dinormalisasi, satu bulan ini Ketua Sementara DPRD belum ada di Yahukimo. Sementara kantor DPRD ada di Yahukimo,” ungkapnya dengan nada kesal.

Baca juga: Anggota DPRD Yahukimo baru dilantik, penanganan Covid-19 jadi prioritas

Saat dikonfirmasi Jubi, Ketua Sementara DPRD Yahukimo, Momda Weipsa, mengatakan ketika dilantik sebagai ketua sementara, ada tiga fungsi kerja yang dilakukan di antaranya pembahasan tatib, pembentukan fraksi, dan pelantikan ketua definitif. Tiga fungsi utama ketua sementara dan untuk menjalankan itu, semua sekwan yang mempersiapkan materi perlengkapan dan lainnya.

“Kegiatan bisa jalan tapi barang ini kan tidak disiapkan oleh ketua sementara, dan semua itu disiapkan oleh sekwan. Selanjutnya yaitu lambat karena (pandemi) Covid-19, karena semua melalui tahap pemeriksaan atau ikuti protokol kesehatan. (Jadi), dalam satu minggu ini pasti kami akan naik ke Dekai,” kata Momda Weipsa.

Dari 35 anggota DPRD Yahukimo, yang saat ini berada di Dekai (ibukota Kabupaten Yahukimo) ada 25 anggota. Sepuluh lainnya, termasuk ketua sementara, hingga saat ini masih berada di luar Dekai.

Anggota DPRD Yahukimo-Papua berasal dari beberapa partai politik, di antaranya Gerindra, PBB, Partai Demokrat, Perindo, Partai Nasdem, PAN, Hanura, PSI, Golkar, dan PKB. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top