Follow our news chanel

Previous
Next

3 warga dilaporkan tertembak dalam penanganan amuk massa di Keerom

Pembakaran Kantor Papua
Aula Kantor Badan Perbatasan Kabupaten Keerom yang dibakar massa pada Kamis (1/10/2020). - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah tiga warga dilaporkan tertembak saat polisi berusaha membubarkan amuk massa yang membakar aula Kantor Badan Perbatasan Kabupaten Keerom di Arso, ibu kota Kabupaten Keerom, Kamis (1/10/2020). Sejumlah dua korban tengah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, sementara seorang korban lainnya belum diketahui keberadaannya.

Amuk massa terjadi secara spontan pada Kamis, dipicu ketidakpuasan sekelompok orang mengetahui pengumuman hasil seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil 2020. Mereka menilai hasil seleksi itu tidak memenuhi kuota orang asli Papua yang harus diprioritaskan dalam penerimaan CPNS, karena jumlah orang asli Papua yang dinyatakan lulus kurang dari 80 persen total peserta yang lulus tes.

Massa yang marah itu lantas membakar aula Kantor Badan Perbatasan Kabupaten Keerom yang terletak di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Keerom, persis di samping Kantor Bupati. Tokoh pemuda Keerom, Karel Maunda menyatakan kecewa dengan cara polisi membubarkan massa yang marah, karena menyebabkan tiga orang warga asli Papua tertembak.

“Kami kecewa karena polisi tidak memberikan penembakan peringatan, tetapi langsung arahkan tembakan. Tiga pemuda dari Keerom kena timah panas,” kata Maunda kepada Jubi, Jumat (2/10/2020).

Menurut Maunda, tiga warga yang tertembak itu adalah Obet Swo (tertembak di kepala dan kaki), Robert May (tertembak di perut), dan Alan Swo tertembak di kaki. Maunda menyatakan pihaknya menerima informasi bahwa ketiga orang yang tertembak itu dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara di Kota Jayapura.

Baca juga: Aula Kantor Dinas Perbatasan Kabupaten Keerom dibakar massa

“Keluarga berusaha cek ke RS Bhayangkara. Sejumlah dua orang ada di sana, Robert May dan Obet Swo. [Mereka berdua] dijaga aparat, sehingga [keluarga] tidak bisa bertemu. Sementara, Alan Swo [belum bisa] dipastikan keberadaannya, karena tidak ada di rumah sakit ,” kata Maunda.

Loading...
;

Maunda meminta semua pihak segera memastikan keberadaan Alan Swo. Ia juga meminta pemerintah dan kepolisian bertanggungjawab atas penembakan itu, karena polisi tidak melakukan pendekatan persuasif terhadap warga yang marah, dan melepaskan tembakan hingga menimbulkan korban.

Narasumber Jubi yang tidak bersedia disebutkan namanya menyatakan amuk massa di Arso terjadi secara spontan, ketika warga memprotes pengumuman hasil seleksi penerimaan CPNS. “Hasil [yang] keluar tidak sesuai [aturan] kuota 80 persen [orang asli Papua dan] 20 persen [orang non Papua]. Dengan spontan massa melepari kaca Kantor Bupati,” ungkapnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top