Follow our news chanel

30 kontainer beras Merauke akan dikirim ke Jawa

papua-penasehat-aliansi-petani-merauke
Penasehat Aliansi Petani Kabupaten Merauke, Harianto, sedang bicara dengan seorang petani di Kurik – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Berbagai upaya dilakukan sejumlah orang yang tergabung dalam Aliansi Petani Kabupaten Merauke, Provinsi Papua dengan memperjuangkan ke Kementerian Pertanian RI maupun sejumlah instansi lain di Jakarta agar dapat menyerap beras petani.

Hal itu dilakukan karena beras menumpuk di rumah petani, lantaran sampai sekarang Bulog Merauke belum bisa menyerap seluruh beras produksi.

Atas perjuangan yang dilakukan, akhirnya pemerintah pusat menyanggupi untuk siap membeli beras petani. Tahap pertama yang dilakukan adalah menyerap sebanyak 30 kontainer. Setiap kontainer berisi 25 ton beras.

“Apa yang kami perjuangan itu, setelah aksi demonstrasi ribuan petani beberapa waktu lalu. Ya kini sudah ada kepastian dan tinggal menunggu untuk pembelian,” ujar Penasehat Aliansi Petani Kabupaten Merauke-Papua, Harianto, saat ditemui Jubi, Jumat (30/10/2020).

Lebih lanjut Harianto mengatakan pihaknya juga melakukan komunikasi dengan staf Dirjen Perhubungan RI, Buyung Lalana, yang telah berkesempatan ke Merauke melihat beras para petani dan memastikan akan ada pembeli beras para petani Merauke.

Baca juga: 60 ribu ton gabah menumpuk di Merauke

Selanjutnya, menurut dia, 30 kontainer beras petani Merauke, sesuai kesepakatan, akan dikirim ke Jawa lewat jalur tol laut. Sesuai rencana, pengiriman perdana akan dilakukan 6 Desember 2020.

Loading...
;

Ditambahkan Harianto, pengangkutan beras petani juga diambil di tempat seperti di Kurik, Semangga, Tanah Miring, serta beberapa distrik lain. Ini sebagai bentuk komitmen kementerian untuk menyerap beras petani Merauke dalam jumlah banyak.

“Tahap pertama sebanyak 30 kontainer dan akan terus berlanjut disesuaikan dengan stok beras di tingkat petani,” ujarnya.

Salah seorang warga di Kampung Sumber Mulya, Suhardi (34), mengaku banyak gabah belum dibawa ke tempat penggilingan, karena banyak yang antre. Ini juga menjadi salah satu persoalan serius.

“Kita berharap agar semua beras petani diserap, lantaran masih banyak gabah menumpuk di rumah-rumah (petani),” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top