Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

45 tahun kemerdekaan PNG diperingati sederhana di tengah pandemi Covid-19

papua-HUT-PNG
Tokoh kemerdekaan PNG Perdana Menteri pertama, Michael Somare, saat menandatangani Deklarasi Loyalitas pada Hari Kemerdekaan PNG pada 16 September 1975 -Jubi/ https://www.pngreport.com/government/news

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Setiap tahun, setiap 16 September, warga Papua New Guinea (PNG) selalu memperingatinya sebagai hari kemerdekaan. Tepatnya pada 16 September 1975, negara tetangga RI di perbatasan antara Provinsi Papua dan Papua Nugini memperoleh kemerdekaan penuh dari Australia. Michael Somare menjadi perdana menteri pertama negara itu. Meskipun terpisah dari Australia, Papua Nugini tetap menjadi bagian dari Persemakmuran.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, hari kemerdekaan biasanya dirayakan dengan upacara pengibaran bendera, musik udara terbuka, tarian, pasar, dan kembang api. Warna-warna nasional emas, merah, dan hitam menonjol di jalan-jalan, toko, rumah, dan pakaian sesuai dengan bendera nasional PNG, mera,h hitam, dan burung kuning.

Namun, selama tahun pandemi ini, tidak akan ada keramaian dan pertemuan sosial seperti biasa.

45 tahun kemerdekaan PNG diperingati sederhana di tengah pandemi Covid-19 1 i Papua

Perdana Menteri PNG, James Marape, mengatakan bahwa perayaan publik tradisional dan skala besar terkait dengan Hari Kemerdekaan telah dibatalkan.

“Acara tersebut akan memiliki kegiatan “simbolis yang diperkecil” di seluruh negeri,” kata Marape sebagaimana dilansir https://www.pngreport.com/government/news

Marape menambahkan warga bisa merayakan tetapi tidak seperti cara yang lazim dirayakan.

“Kami masih bisa merayakan tapi tidak dengan cara biasa,” ujarnya.

Loading...
;

Marape mengatakan dana yang biasa untuk perayaan ke kabupaten dan provinsi telah dibatalkan karena ekonomi sedang kesulitan.

“Kami utamakan daerah lain,” ujarnya.

Perdana Menteri James Marape mengucapkan selamat kepada rakyat PNG karena telah membangun bangsa selama 45 tahun terakhir dalam pidato kemerdekaan pertamanya sejak menjabat posisi puncak.

“Saya menyampaikan keinginan dan salam saya kepada mitra pembangunan, diplomat, dan anggota misi diplomatik, investor, turis, rumah bisnis, dan banyak dari Anda dari negara lain di dunia yang telah menjadikan PNG sebagai rumah dan negara tujuan,” katanya .

“Kami bukan negara Pasifik yang miskin seperti yang disalahartikan oleh media internasional dan persepsi global yang tidak relevan dengan tujuan kemakmuran nasional PNG. Tetapi kami adalah negara Kristen yang kaya dengan tantangan pembangunan yang akan ditangani,” katanya

Papua Nugini mengadopsi konstitusinya sendiri yang dimulai dengan menyatakan lima tujuan dan delapan tujuan negara, yang mendasarkan kehidupan pada tradisi, budaya dan kebutuhan masa depan.

Merdeka dari Australia

PNG memperoleh kemerdekaan dari pemerintah Australia, meski sebelumnya wilayah ini dibagi dua oleh pemerintah Inggris dan Jerman. Namun kekalahan Jerman dalam perang dunia pertama maupun kedua menyebabkan wilayah PNG berada dalam cengkeraman Inggris hingga berlanjut ke pemerintahan Australia.

Meski secara resmi terpisah sejak itu, Australia dan PNG tetap menjalin hubungan dekat.

“Apa yang tampak seperti perceraian pada 1975 adalah pemisahan percobaan, di mana kedua pemerintah dapat menegosiasikan cara hidup baru berdampingan,” kata Donald Denoon, penulis dan mantan Profesor Sejarah di Universitas Papua Nugini, sebagaimana dilansir www.australiangeographic.com.au

Dengan beberapa masalah kesehatan dan pendidikan yang terburuk di kawasan Asia-Pasifik, PNG terus bergantung pada bantuan Australia selalu menyediakan $ 482,3 juta dalam pendanaan untuk mempromosikan pembangunan dan membantu mengangkat orang Papua Nugini dari kemiskinan.

Beberapa sejarawan berpendapat bahwa banyak masalah berasal dari kemerdekaan yang terburu-buru – bahwa PNG belum siap untuk mengatur dirinya sendiri. Namun berbeda dengan Prof Donald yang tidak setuju dengan pendapat tersebut.

“Meskipun ada masalah besar, Papua Nugini diatur dengan baik setidaknya selama satu dekade setelah 1975. Kami tidak dapat berasumsi bahwa pengawasan Australia yang lebih lama akan menghasilkan pemerintahan [asli] yang lebih baik,” kata Donald. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top