Follow our news chanel

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-longsor-kantor-wali-kota-jayapura
Akibat curah hujan berlebih, berdampak pada longsornya jalan alternatif di samping Kantor Wali Kota Jayapura, pada Januari 2019 - Jubi/Ramah

Antisipasi dampak La Nina, BPBD Kota Jayapura perketat protokol kesehatan

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat menyampaikan sebagain besar wilayah Indonesia terancam cuaca ekstrem imbas dari La Nina, yang akan berlangsung dari akhir tahun 2020 hingga awal 2021.

“Kami masih minta data tiga bulan ke depan dari BMKG Pusat, karena di Kota Jayapura ini karakter kondisi cuacanya berbeda. Kadang-kadang saat melihat cuaca normal, tiba-tiba saja turun hujan antara 1 sampai 2 jam sehingga menyebabkan banjir dan tanah longsor,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Jayapura, Provinsi Papua, Bernard J. Lamia, kepada Jubi melalui telepon, Senin (26/10/2020).

Menurut Lamia, La Nina adalah sebuah kejadian apabila kondisi penyimpangan atau anomali suhu permukaan laut di Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih ringan daripada kondisi normalnya.

Kondisi ini menyebabkan sirkulasi atmosfer di atasnya terjadi peningkatan angin lebih kuat, dan dampaknya terjadi peningkatan curah hujan di Pasifik barat Indonesia sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaan kalau La Nina berdampak, khususnya di ibukota provinsi Papua ini.

“Bila itu terjadi, tentunya kami akan tindaklanjuti dengan arahan dari BNPB Pusat mengenai pembentukan posko dan lain-lain. Kami sudah siap karena kami sudah ada pelatihan dan simulasi apabila terjadi bencana. Struktur organisasi sudah ada, tinggal kami gerakkan,” ujar Lamia.

Walaupun dalam pelaksanaannya siaga darurat, dikatakan Lamia, BPBD Kota Jayapura tetap melaksanakannya sesuai dengan protokol kesehatan, seperti petugas memakai masker dan sarung tangan, serta menjaga jarak.

“Bila terjadi bencana, protokol kesehatan kami laksanakan secara maksimal, terutama di tempat-tempat penampungan atau pengungsian, minimal tetap memakai masker. Kalau untuk menjaga jarak agak sulit. Saya perkirakan La Nina kemungkinan besar terjadi sampai April 2020,” ujar Lamia.

Loading...
;

Lamia berharap, warga yang bermukim di lereng gunung dan Daerah Aliran Sungai harus tingkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya korban jiwa dan meminimalisasi kerugian material.

Baca juga: Pentingnya mitigasi bencana di tengah pandemi Covid-19

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengimbau para kepala distrik, kepala kelurahan, serta ketua RT/RW agar gencar melakukan sosialisasi kepada warga terutama yang tinggal di daerah rawan bencana.

“Warga yang bermukim di daerah rawan longsor dan banjir agar tetap waspada karena saat ini sudah mulai masuk musim hujan. Kami terus melakukan pemantauan dan sosialisasi sehingga mencegah korban jiwa kerugian material,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano menambahkan banjir dan longsor perlu penanganan menyeluruh dari hilir sampai hulu, dan membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan resapan serta tidak membuang sampah sembarangan.

“Drainase yang tertutup sedimen lumpur dan sampah menyebabkan air meluap keluar sehingga terjadi banjir. Untuk itu, saya minta masyarakat tetap jaga kebersihan lingkungan dan tidak menebang pohon sembarangan,” ujar Tomi Mano. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top