Papua Barat akan bangun faskes lansia berbasis ekowisata

papua-barat-faskes-lansia-ekowisata
BKNI RI melakukan pembayaran lahan untuk proyek pebangunan faskes lansia di Manokwari, Sorong, dan Tambrauw - Jubi/Hans Arnold Kapisa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi– Badan Ketahanan Nasional Internasional (BKNI) RI akan membangun fasilitas kesehatan (faskes) dan perawatan lanjut usia (lansia) berbasis wisata ekologi atau medical ecotourism senior living, di tiga kabupaten di Papua Barat.

Presidium BKNI RI, R.M.Tri Harsono, di Manokwari, mengatakan BKNI RI akan membangun faskes bagi lansia di Manokwari, Tambrauw, dan Sorong, yang diawali dengan pembayaran lahan seluas 5 (lima) hektar kepada masing-masing warga pemilik lahan di tiga kabupaten tersebut.

“Hari ini kita awali dengan pembayaran lahan 5 hektar untuk rencana pembangunan faskes bagi lansia,” kata Harsono, Senin (16/11/2020).

Dikatakan Harsono, program tersebut dilaksanakan untuk menguatkan ekonomi kerakyatan di wilayah lokal juga menguatkan pendapatan tiap daerah.

“Kita sebagai anak bangsa terpanggil untuk meringankan beban negara melalui percepatan pembangunan di seluruh Indonesia, membangun SDM yang berkualitas, dan melayani para lansia domestik yang belum dilayani oleh pemerintah, dan juga melayani lansia Internasional di 209 negara,” katanya.

papua-barat-faskes-lansia-ekowisata
BKNI RI melakukan pembayaran lahan untuk proyek pebangunan faskes lansia di Manokwari, Sorong, dan Tambrauw – Jubi/Hans Arnold Kapisa

Tujuan program ini, kata Harsono, untuk memberikan devisa ke Indonesia, mengingat lansia luar negeri (internasional) mempunyai biaya perawatan, sehingga lewat BKNI RI, sebagai badan penyangga negara yang independen menjemput bola ke daerah.

“Faskes lansia berbasis ekowisata ini akan dibangun pada 135 kecamatan di 60 kabupaten/kota dari 18 provinsi di Indnesia [termasuk] Papua dan Papua Barat. Program ini tidak menggunakan anggaran negara tapi menggunakan anggaran lansia internasional yang akan turun ke Indonesia dengan suatu kunjungan wisata selama enam bulan,” jelasnya.

Loading...
;

Selama enam bulan, lansia internasional akan berkunjung dan nikmati keindahan lokal di wilayah Indonesia. Sehingga rencana (design) pembangunan faskes ini harus mengedepankan kearifan lokal, budaya, dan ramah-tamahnya.

Baca juga: Pemprov Papua Barat targetkan potensi wisata di kepulauan Auri

Ke depan, lanjut Harsono, program ini akan dikelola secara modern dan memudahkan pelayanan di bidang kesehatan. Tapi khususnya lansia domestik, akan diberikan gratis bagi yang tidak mampu. Di luar dari kawasan, itu juga memacu plasma pertanian dan perkebunan untuk mencukupi kebutuhan dari kawasan tersebut.

“Jadi kita juga akan pacu ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, juga akan menyerap tenaga kerja 700 sampai 1000 orang, baik tenaga medis maupun non medis. Kita utamakan tenaga kerja lokal tapi harus melalui proses pelatihan standar nasional dan internasional,” ujarnya.

Tahun 2020 adalah tahap survei dan pembayaran lahan, sementara tahap konstruksi akan dimulai awal 2021.

“Hari ini kami serahkan cek pembayaran kepada masing-masing pemilik hak ulayat di Manokwari, Sorong, dan Tambrauw. Pembayaran akan dilakukan serentak secara nasional melalui bank mitra,” kata Harsono.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BKNI RI wilayah Sorong Raya, Christian Segidifat, mengatakan mega proyek pembangunan faskes lansia ini juga memberdayakan para pengasaha konstruksi asli Papua yang akan terlibat sebagai sub kontraktor di bawah PT Surya Atap Logam selaku kontraktor pelaksana.

“Sub kontraktor di tiga daerah di Papua Barat, Manokwari, Sorong, dan Tambrauw adalah kontraktor asli Papua. Mereka juga akan dibina melalui program ini nantinya,” kata Christian. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top